Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan suap proyek di Kementerian PU-Pera.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Direktur sekaligus Komisaris PT Sharleen Raya JECO Group Hong Arta John Alfred.
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Arta)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, kemarin.
Namun, Muhaimin hingga berita ini diturunkan tidak memenuhi panggilan KPK.
"Sampai saat ini belum ada konfirmasi perihal alasan ketidakhadirannya. Tidak ada surat pemberitahuan," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.
Dalam perkara itu, Hong Arta diduga menyuap Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary dan anggota DPR Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti.
Kasus itu berawal ketika KPK meringkus Damayanti dan tiga orang lainnya pada 2016. Dari operasi tangkap tangan, KPK menyita uang sejumlah US$99 ribu. Uang tersebut merupakan bagian dari commitment fee untuk mengamankan proyek di Kementerian PU-Pera tahun anggaran 2016.
Dalam kasus tersebut, total ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk eks politikus PKB Musa Zainuddin Musa dan Hong Arta. Musa yang kala itu menjabat anggota Komisi V DPR di persidangan terbukti menerima suap sebesar Rp7 miliar terkait dengan proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara.
Suap itu dilakukan agar Musa bisa memenangkan PT Windu Tunggal Utama dan PT Cahaya Mas Perkasa sebagai pemenang proyek jalan di Maluku dan Maluku Utara.
KPK menduga uang yang diterima kepada Musa mengalir ke sejumlah koleganya di DPR dan petinggi PKB. Musa yang sudah dijatuhi hukuman selama sembilan tahun penjara itu kini memohon status justice collaborator (JC).
KPK juga pernah memeriksa tiga politikus PKB, yakni Helmy Faishal Zaini, Jazilul Fawaid, dan Fathan Subchi. Melalui ketiga politikus itu, penyidik komisi mendalami keterangan tentang dugaan aliran dana ke sejumlah anggota DPR yang lain.
Korupsi Garuda
Febri mengungkapkan pihaknya berencana memeriksa mantan anggota DPR Chandra Tirta Wijaya. Chandra diperiksa terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royes PLC dengan PT Garuda Indonesia (persero).
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi atas tersangka SS (Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo)," katanya.
KPK juga memanggil Direktur Utama PT Indonesia Advisory Duta Solusindo dan pihak swasta R Emmy Ridarty Sumangkut. Selain itu, mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno ditetapkan sebagai tersangka sejak Januari 2017.
Namun, hingga kini, Emirsyah dan Soetikno belum menjalani persidangan kasus tersebut. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif memastikan kasus itu segera masuk ke meja hijau. (P-4)
Budi mengatakan, KPK menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara kepada auditor. KPK berharap hitungan kelar cepat untuk menyelesaikan kasus.
Budi enggan memerinci total uang yang dikumpulkan. Penerima aliran dananya juga dirahasiakan oleh KPK untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.
Gus Alex diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya dalam kasus ini. KPK enggan memerinci pihak-pihak di Kemenag yang dialiri uang oleh Gus Alex.
Ia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Noel yang menyebut ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya.
Tuntutan ini merupakan upaya kontrol sosial agar negara tidak lalai dalam menjaga etika pejabat publik.
Tiga tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek, yaitu Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan Bapaknya HM Kunang (HMK), dan pihak swasta Sarjan (SRJ).
KETUA DPP PKB Daniel Johan, menilai usulan pemilihan kepala daerah atau pilkada tak langsung lewat DPRD menjadikan demokrasi lebih efektif dan menekan biaya politik.
Muhaimin Iskandar langsung menepis anggapan bahwa pernyataan Presiden tersebut merupakan sinyal kekhawatiran terhadap manuver politik PKB.
Presiden Prabowo Subianto berseloroh bahwa koalisi partainya harus mengawasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Muhaimin Iskandar menilai mekanisme demokrasi yang saat ini berjalan di Indonesia banyak yang tidak efektif dan justru tidak produktif bagi kemajuan daerah.
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung memastikan akan memberikan bantuan hukum kepada Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Cucun menegaskan pihaknya enggan terlibat dalam urusan internal PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved