Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BEA Cukai Gresik lakukan pemusnahan terhadap barang milik negara (BMN) hasil penindakan sejak tahun 2018 hingga 2019 berupa barang kena cukai (BKC) pada Selasa (15/10) di halaman Kantor Bea Cukai Gresik.
Sebanyak 67.362 batang rokok ilegal dan 308 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dimusnahkan secara simbolis. Selain itu, 180 kg tembakau iris (TIS) dan 118 botol liquid vape ilegal juga ikut dimusnahkan.
Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto, menegaskan Bea Cukai sebagai community protector, terus berupaya melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang berbahaya.
“Bukan hanya bertujuan untuk menyelamatkan penerimaan negara, kita dari Bea Cukai juga akan terus berusaha meningkatkan pengawasan agar barang-barang berbahaya tersebut tidak dikonsumsi masyarakat,” ujar Bier.
Barang-barang ilegal ini merupakan hasil penindakan Bea Cukai Gresik periode Juli 2018 hingga Juni 2019 yang diperoleh dari berbagai tempat di Kabupaten Gresik dan Lamongan. Dari hasil tangkapan tersebut, Bea Cukai Gresik menyelamatkan penerimaan negara dari sektor cukai sebesar Rp79.397.904.
Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim, menyampaikan rasa syukur atas pemusnahan barang ilegal ini karena dapat menyelamatkan penerimaan negara dan melindungi masyarakat.
“Dengan masuknya barang-barang ilegal ini tentunya akan merugikan industri Gresik karena produksi dan daya jualnya berkurang, diharapkan dengan adanya pemusnahan ini, dapat menimalisir kerugian negara dan dapat melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang berbahaya,” ungkap Qosim.
Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, beserta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Wakil Bupati Gresik. Diikuti oleh jajaran instansi terkait dan perwakilan perusahaan BKC. (OL-09)
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan adanya dugaan praktik penyelundupan barang dan underinvoicing soal penyegelan Toko Tiffany & Co. Berikut kronologi penyegelan Tiffany & Co
Menkeu Purbaya buka dugaan persekongkolan di balik penyegelan tiga gerai Tiffany & Co terkait kasus impor dan underinvoicing.
Ketegasan yang tidak konsisten dapat merusak iklim investasi dan menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar dalam penggeledahan yang dilakukan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (13/2).
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segel tiga toko Tiffany & Co di Jakarta terkait dugaan penyelundupan dan praktik underinvoicing impor barang mewah.
Personel gabungan menggeledah setiap sudut di masing-masing sel, terutama di blok tahanan dan blok narkoba.
Penyitaan berbagai barang terlarang dan berbahaya itu dilakukan saat digelar razia pada Jumat (5/3) malam
JEMAAH haji mesti hati-hati memasukkan barang bawaan ke koper. Ada beberapa barang yang bisa mendatangkan masalah, bahkan membuat jemaah terancam hukuman mati bila membawanya.
Tokopedia memiliki fitur Laporkan jika masyarakat menemui produk berbahaya atau penjual yang mencurigakan.
Produk baja yang diamankan berupa baja lembaran lapis seng (BjLS) dan galvanized steel coils yang digunakan sebagai bahan baku. Serta, galvanized steel coils with alumunium zinc alloy (BjLAS).
Badan POM mengidentifikasi 53 item obat tradisional yang mengandung bahan kimia, 1 item suplemen kesehatan dan 18 kosmetik yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved