Kamis 01 Desember 2022, 23:40 WIB

Temui Produk Berbahaya dan Mencurigakan di Tokopedia? Laporkan!

Naufal Zuhdi | Humaniora
Temui Produk Berbahaya dan Mencurigakan di Tokopedia? Laporkan!

MI/Ramdani
Ilustrasi

 

LOKAPASAR Tokopedia menggunakan format User Generated Center (UGC) dimana tidak ada batasan dalam transaksi jual beli. Namun, Tokopedia memiliki fitur Laporkan jika masyarakat menemui produk berbahaya atau penjual yang mencurigakan.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Hubungan Masyarakat Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya saat acara Tokopedia Beauty Awards 2022 di Jakarta, kemarin.

"Kita konsisten dengan model UGC karena kita ingin tidak ada batasan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memulai bisnis, jadi semuanya bisa memulai bisnis tersebut," ucap Chandra membuka pembicaraan.

Walaupun tidak ada batasan dalam bertransaksi, imbuhnya, Tokopedia tidak lupa untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penggunanya.

"Pastinya ada upaya ya proaktif dan kooperatif juga yang kita lakukan untuk menjaga agar setiap pembeli dan setiap penjual bisa bertransaksi bisa menjajakan produknya, bisa memberikan produk apapun dengan nyaman dan tenang," lanjutnya.

Ia mengatakan, ada beberapa tingkatan atau tahapan yang Tokopedia lakukan, sebagai contoh saja mulai dari sisi sistem misalnya, Tokopedia bisa melihat potensi-potensi aktivitas yang mencurigakan.

"Kita juga punya fitur laporkan di setiap halaman produk. Harapannya setiap masyarakat yang menemukan produk-produk yanb tidak sesuai dengan ketentuan kita bisa segera dilaporkan dan kita tindaklanjuti," imbuh Chandra.

Tokopedia juga bersama dengan mitra-mitra yang lain dan pihak berwenang bekerja sama sangat konsisten untuk memastikan platformnya tetap berjalan dengan baik, nyaman dan tenang. Tokopedia juga sudah secara reguler ada kerja samanya dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

"Badan POM juga memonitor juga, dan kalau ada yang mencurigakan bisa disampaikan ke kita, kita bersama-sama dengan Badan POM menjaga platform ini dengan baik. Kalau dari tindakan preventif itu banyak, tergantung tindakan dari kita biasanya tergantung dari pelanggaran toko tersebut, mulai dari peringatan, tutup sementara untuk produknya, itu tergantung tingkat pelanggarannya. Di sisi lain, secara kooperatif juga kita bekerja sama pihak yang berwenang lainnya untuk memitigiasi atau menindaklanjuti segala macam pelanggaran yang terjadi," tuturnya.

Di sisi lain, Category Development Senior Lead Tokopedia, Sherine Pranata mengatakan bahwa Tokopedia memberikan logo spesial kepada official store yang dimana official store ini adalah toko yang sudah terverifikasi secara detail oleh Tokopedia

"Official store ini juga kita memiliki layer-layer yang lebih strict lagi, jadi saat pengaplikasian official store tersebut kita juga harus mencek apalagi untuk produk kecantikan mereka terutama harus punya bukti dari Badan POM. Untuk yang official store dari pembeli juga bisa lebih tenang dari pembelinya karena memang sudah pasti kita verifikasi," pungkas Sherine. (H-2)

Baca Juga

MI/ Dwi Apriani

Stunting Akibat Kemiskinan Masih jadi Tugas Berat Pemerintah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:45 WIB
Kemiskinan dan stunting seperti dua sisi mata uang, jika angka kemiskinan tinggi tentu stunting juga akan ikut...
MI/Agus Utantoro

Kereta Panoramic akan Beroperasi Kembali pada Februari

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:23 WIB
Diketahui, kereta panoramic resmi berhenti beroperasi pada 9 Januari 2023 lalu, untuk proses evaluasi terhadap pola pengoperasian...
MI/HO

Tuan Guru Dorong Pembangunan Daerah Melalui Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 14:03 WIB
TUAN Guru dorong Majelis Taklim meningkatkan solidaritas dan menjaga ketahanan keluarga secara utuh dan solid yang berdampak pada mutu dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya