Rabu 13 Oktober 2021, 13:40 WIB

Badan POM: 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Terlarang

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Badan POM: 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Terlarang

Istimewa
Ilustrasi

 

SELAMA pandemi covid-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengidentifikasi 53 item obat tradisional yang mengandung bahan kimia, 1 item suplemen kesehatan dan 18 kosmetik yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang.

"Ini merupakan hasil kegiatan (pemeriksaan) yang dilakukan oleh 73 Badan POM di seluruh wilayah Indonesia sepanjang bulan Juli 2020 sampai dengan September 2021," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM Reri Indriani dalam konferensi pers, Rabu (13/10).

Setelah dilaksanakan analisis terhadap temuan BKO yang terdapat di dalam obat tradisional, Badan POM mengidentifikasi adanya kecenderungan baru pada masa pandemi ini. Dari hasil sampling dan pengujian diketahui beberapa obat tradisional mengandung efedrin. Padahal sebelum pandemi hampir tidak pernah ditemukan sebagai BKO di dalam obat tradisional.

Efedrin dan Pseudoefedrin selain sintetis juga terdapat secara alami pada tanaman yang merupakan bahan alami dari tanaman Ephedra Sinica atau Ma Huang yang lazim ditemukan di traditional Chinese Medicine (TCM).

"Penggunaan Ephedra Sinica pada obat tradisional ini dapat digunakan secara tidak tepat dalam pencegahan dan penyembuhan covid-19. Ephedra Sinica merupakan salah satu bahan yang dilarang atau termasuk negatif list sesuai Peraturan Badan POM Nomor 11 tahun 2020," jelasnya.

Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para ahli dan asosiasi profesi Kesehatan seperti IDI bahwa produk obat tradisional yang mengandung Ephedra Sinica tidak menahan laju keparahan pasien covid-19, tidak menurunkan angka kematian, dan tidak mempercepat konversi swab test menjadi negatif.

"Kemudian juga dapat membahayakan kesehatan yaitu pada sistem kardiovaskuler bahkan juga dapat menyebabkan kematian pada penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan," ungkapnya. (H-2)

 

 

 

Baca Juga

FOTO/Dok.Metro TV

PB IDI: Dedikasi Dokter Selama Pandemi Covid-19 Perlu Dapat Penghargaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:02 WIB
Pada Hari Kedokteran Nasional kali ini para dokter perlu mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas perjuangan dan pengorbanan menangani...
MI/ VICKY GUSTIAWAN

Menimbang Efektivitas PTM di Masa Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 15:20 WIB
Dengan PTM ini bisa memberi waktu kepada anak-anak, juga karena tidak ada batasan waktu untuk tugas guru akan aktif mengingatkan siswanya...
ANTARA / Nyoman Hendra Wibowo

BMKG Catat Ada 32 Kali Aktivitas Gempa di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 14:45 WIB
Terjadinya fenomena gempa swarm ini setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat, karena aktivitas swarm memang jarang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya