Selasa 23 Juli 2019, 21:05 WIB

Gubernur Nonaktif Kepri Terima Gratifikasi Sekitar Rp6,1 Miliar

Gubernur Nonaktif Kepri Terima Gratifikasi Sekitar Rp6,1 Miliar

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Tersangka Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun meninggalkan gedung KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa total gratifikasi yang diterima Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun yang telah disita KPK sekitar Rp6,1 miliar.   

"Jumlah uang yang diduga gratifikasi dalam kasus Kepri yang telah disita KPK, yakni Rp3.737.240.000, SGD180.935, US$38.553, RM527, 500 Riyal Arab Saudi, HKD30, dan 5 Euro," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/7).

KPK menduga uang tersebut merupakan gratifikasi yang berasal dari pihak-pihak yang memiliki hubungan jabatan dengan posisi dan kewenangan Nurdin sebagai penyelenggara negara.

Salah satunya terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019.

Terkait gratifikasi tersebut, tim KPK sebelumnya mengamankan uang dari sebuah tas di rumah dinas Nurdin saat operasi tangan (OTT) dengan jumlah masing-masing SGD43.942, US$5.303, 5 Euro, RM407, 500 Riyal, dan Rp132.610.000.


Baca juga: KPK Geledah 9 Tempat dalam Kasus Suap dan Gratifikasi Kepri


"Ada dua alat bukti dalam bentuk uang. Yang pertama yang kami temukan pada OTT tersebut lebih dari dari sekitar Rp2 miliar dalam bentuk valuta asing dan juga rupiah," kata Febri.

Setelah OTT, tim KPK juga telah menemukan uang miliaran rupiah hasil penggeledahan di rumah dinas Nurdin dengan rincian Rp3,5 miliar, US$33.200, dan SGD134.711.

Uang miliaran itu ditemukan dari tas ransel, kardus, plastik, dan 'paper bag', dengan jumlah total 13 yang berada di kamar Nurdin.    

"Uang yang kami temukan pada saat penggeledahan di rumah dinas pada saat itu di dalam lemari atau di brankas di kamar yang bersangkutan. Sekitar Rp4 miliar sampai Rp5 miliar dalam bentuk valuta asing dan berbagai mata uang," kata Febri.

KPK pada 11 Juli 2019 telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni Gubernur Kepri 2016-2021 Nurdin Basirun (NBA) serta
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Edy Sofyan (EDS).
   
Selain itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Budi Hartono (BUH) dan Abu Bakar (ABK) dari unsur swasta. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Pimpinan KPU dan Bawaslu Digelar Bulan Depan

👤Putra Ananda 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:38 WIB
Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia menjelaskan kegiatan fit and proper test dilakukan di awal bulan Februari dengan harapan selesai sebelum...
DOK MI.

Kejagung Naikkan Kasus Korupsi Garuda ke Penyidikan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:21 WIB
Pengembangan penyidikan juga akan mengarah pada pengadaan pesawat jenis Airbus, Boeing, dan mesin pesawat...
ANTARA

DPR Minta Masukan Profil Calon dari Tim Seleksi Calon KPU-Bawaslu

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:04 WIB
Anggota Komisi II dari Fraksi Golkar Ali Mufthi meminta tim seleksi memberikan makalah para...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya