Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo melontarkan sinyal kuat untuk kembali menurunkan suku bunga acuan di sisa tahun ini. Dengan syarat, laju inflasi terus terkendali dan stabiltas terjaga sehingga terdapat ruang cukup luas untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.
Sebagaimana diketahui, Bank Sentral baru saja memangkas suku bunga acuan dari 6% menjadi 5,75% pada Kamis (18/7) pekan lalu.
Pemangkasan suku bunga acuan tersebut adalah yang pertama kali sejak delapan bulan terakhir yakni November 2018. Kala itu, suku bunga dinaikkan ke level 6% untuk membendung aliran modal asing keluar dari Indonesia.
"Kami tetap membuka kemungkinan untuk pelonggaran kebijakan moneter, baik itu likudiitas maupun penurunan suku bunga acuan lebih lanjut," ujar Perry di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (22/7).
Baca juga: Penurunan Suku Bunga Acuan akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ia pun menyebut kebijakan tersebut dapat berjalan beriringan dengan berbagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi lainnya seperti kurs rupiah yang menguat dan inflasi yang terjaga.
"Proyeksi parameter ekonomi makro Bank Sentral tidak jauh berbeda dengan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi di semester kedua 2019 akan lebih baik," tuturnya.(OL-5)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved