Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pasukan Pemerintah Rebut Fallujah

(AP/Aya/I-1)
25/5/2016 00:50
Pasukan Pemerintah Rebut Fallujah
(AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

PASUKAN pemerintah Irak, Senin (23/5), berhasil merebut kembali Kota Fallujah yang sempat dikuasai kelompok ekstremis Islamic State (IS). Kota di Provinsi Al- Anbar itu direbut melalui operasi militer yang mengepung dari berbagai sisi. Fallujah yang berada 50 kilometer dari Kota Baghdad merupakan target wilayah tersulit untuk direbut kembali. “Pada Senin pagi, para pejuang mulai menyerang dari sisi berbeda untuk mengambil alih seluruh area yang di duduki IS di sekitar Fallujah,” kata Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi seperti di lansir AFP, Selasa (24/5).

Operasi militer Senin lalu, lanjut Abadi, seharusnya dimu lai lebih awal. Persoalan politik dan pertimbangan ancaman keamanan di Baghdad membuat persiapan operasi tertunda. Namun, laporan fo tografer AFP yang berada di lokasi mengatakan, meski tentara Irak belum memasuki Provinsi Anbar, mereka telah melakukan serangan udara ke arah target. Sebelum operasi militer dilancarkan, Minggu (22/5), Komandan Operasi Gabungan Irak memperingatkan warga Fallujah yang berjumlah puluhan ribu untuk melarikan diri dan menjauh dari markas IS serta kerumunan. Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) melaporkan belasan keluarga telah keluar dari Fallujah.

Kendati IS menghalangi jalan warga keluar dari Fallujah, UNHCR telah menyediakan koridor aman bagi warga untuk keluar dari kota itu. “Namun, masih ada sekitar 50 ri bu warga yang terperangkap di Fallujah,” kata juru bicara UNHCR Stephane Dujjaric. “Warga sipil berada di bawah bahaya ketika mereka men coba untuk melarikan di ri,” imbuhnya. Sehari sebelumnya, pasukan keamanan Irak juga berhasil merebut kembali Kota Al-Karmah, kota kecil 16 kilometer dari Fallujah. Beberapa anggota IS tewas dalam pertempur an itu. “Mereka memegang kendali dan mengibarkan bendera di atas bangunan dewan,” imbuh jenderal yang memimpin pertempuran, Abdel Wahab al-Saadi.

Akhir-akhir ini kelompok militan IS secara signifikan mengubah taktik serangan dengan menargetkan warga sipil. Hal itu mereka lakukan karena selalu kalah dalam beberapa operasi melawan pasukan pemerintah. Juru bicara IS Abu Mohammed al-Adnani mengakui akan ada lebih banyak lagi wilayah yang hilang dari tangan IS. Sementara itu, terkait dengan serangan bom di Suriah Minggu lalu yang menewaskan ratusan warga sipil, pihak IS mengatakan itu merupakan ba lasan atas tindakan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia terhadap milisi. Namun, serangan IS itu menuai kecam an seluruh dunia lantaran menargetkan warga sipil. Human Rights Watch mengingatkan tindakan tersebut termasuk kejahatan perang. (AP/Aya/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya