Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI di Provinsi Kepulauan Riau tetap terkendali selama Maret 2026, meski terjadi lonjakan permintaan pada periode Ramadan dan Idul Fitri. Bahkan, capaian inflasi daerah tercatat lebih rendah dibandingkan angka nasional.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi bulanan sebesar 0,08 persen (month to month/mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi berada di angka 3,23 persen (year on year/yoy), turun dari bulan sebelumnya sebesar 3,54 persen dan di bawah inflasi nasional 3,48 persen.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan kondisi ini menunjukkan stabilitas harga di daerah tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.
“Inflasi Kepri masih terjaga dan berada di bawah nasional, didukung sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat,” katanya, Sabtu (4/4).
Dari sisi komponen, tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan 0,48 persen (mtm). Kenaikan ini dipicu meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti udang basah, bayam, dan daging ayam ras seiring tingginya permintaan selama Lebaran.
Namun, lonjakan harga pangan tersebut tidak mendorong inflasi lebih tinggi karena tertahan oleh deflasi di beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa mengalami deflasi sebesar 1,12 persen (mtm), terutama akibat penurunan harga emas perhiasan.
Selain itu, kelompok transportasi juga mencatat deflasi 0,38 persen (mtm) seiring penurunan tarif angkutan udara dan laut yang dipengaruhi kebijakan diskon selama periode mudik Lebaran.
Capaian ini juga menempatkan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima di wilayah Sumatera.
BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai upaya, seperti operasi pasar, pasar murah, serta edukasi kepada masyarakat guna menjaga ekspektasi harga.
Meski demikian, BI mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai ke depan. Di antaranya potensi dampak El Nino terhadap pasokan pangan, normalisasi tarif transportasi pasca-Lebaran, serta kenaikan harga energi global.
Ke depan, BI memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga inflasi tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen, terutama melalui penguatan pasokan pangan dan stabilisasi harga di daerah. (H-2)
Alokasi ini mengalami peningkatan sebesar 9,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
INFLASI di DKI Jakarta selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 tercatat tetap terkendali di tengah peningkatan permintaan musiman masyarakat.
Langkah Indonesia tergolong unik jika dibandingkan dengan respons negara-negara lain yang mayoritas memilih untuk menaikkan harga secara signifikan.
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang menyebut potensi penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi dapat meningkatkan angka inflasi secara keseluruhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved