Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75% dilakukan untuk menguatkan stabilitas rupiah. Ia juga melihat sikap kebijakan BI untuk tidak lagi menekankan ruang untuk penurunan suku bunga, tetapi memprioritaskan stabilitas rupiah sebagai jangkar utama di tengah meningkatnya volatilitas global.
“Secara keseluruhan, kalibrasi kebijakan sekarang condong kuat ke arah stabilitas rupiah daripada pelonggaran suku bunga, sambil mempertahankan likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan,” katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (17/3).
Guncangan eksternal tersebut berasal dari konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, memperkuat US dolar, dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi. Hal itu memicu arus keluar modal dan tekanan terhadap rupiah.
BI merespons dengan intervensi valuta asing yang intensif (spot, DNDF, NDF luar negeri), perluasan pembelian SBN di pasar sekunder, dan insentif likuiditas yang ditargetkan (KLM) untuk menstabilkan pasar tanpa mengganggu pertumbuhan kredit.
Mulai April 2026, BI akan memperketat regulasi valuta asing: pembelian tunai individu dibatasi hingga US$50.000/bulan (dari US$100.000), ambang batas DNDF/forward dinaikkan menjadi US$10 juta, batas swap digandakan menjadi US$10 juta per transaksi, dan dokumentasi yang lebih ketat untuk transfer keluar di atas US$50.000.
“Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengekang aliran spekulatif, memperdalam pasar valuta asing domestik, dan meningkatkan transparansi,” kata Hosianna.
Inflasi melambat menjadi 4,76% yoy pada Februari 2026 (inti: 2,63%), terutama didorong oleh efek basis dan volatilitas harga pangan. BI memperkirakan inflasi akan tetap berada dalam target 2,5%±1, meskipun harga pangan dan pupuk global menimbulkan risiko kenaikan.
Dari sisi fiskal, SAL diperkirakan akan menurun menjadi Rp175 triliun setelah pembiayaan defisit dan penempatan Rp201 triliun di Himbara. “Berdasarkan skenario harga minyak US$97/bbl; Rp17.300/US$), defisit mungkin melebar menjadi sekitar 3,53% dari PDB (sekitar Rp110 triliun), tetapi tetap terkendali dalam batas cadangan yang ada,” katanya.
“Cadangan devisa (sekitar US$151,9 miliar; 6,1 bulan impor) memberikan bantalan eksternal yang kuat, meskipun defisit transaksi berjalan mungkin melebar menjadi 0,9%–1,0% dari PDB,” pungkasnya. (E-3)
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved