Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden Joko Widodo mengaku sudah mengirim utusan guna menemui Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Walaupun tidak menyebut nama utusan tersebut, Jokowi berharap bisa bertemu dan tetap menjalin silaturahim dengan pasangan nomor urut 02 itu. "Sudah sering saya sampaikan bahwa persahabatan dan silaturahim kami semuanya, saya dan Pak Ma'ruf Amin, tidak akan putus dengan Prabowo dan Sandi. Tadi siang saya sudah mengutus seseorang bertemu beliau," ujarnya seusai bertemu petinggi parpol koalisi di Jakarta, Kamis (18/4).
Menurut Jokowi, pertemuan itu penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemilu telah berjalan lancar dan damai. "Kalau bisa bertemu sehingga rakyat melihat pemilu kemarin lancar, aman, dan damai, serta tidak ada suatu apa pun," tandasnya.
Terkait dengan pelaksanaan pemilu, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, DKPP, hingga TNI-Polri. Tidak lupa, Jokowi berterima kasih kepada Koalisi Indonesia Kerja beserta relawan dan masyarakat yang mendukungnya. "Sekali lagi, marilah kita terus menjaga dan merawat persatuan, kerukunan, persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air," pungkasnya.
Baca Juga: KPU Buka Layanan Pengaduan Kesalahan Data Situng
Sementara itu, capres 02 Prabowo Subianto mengatakan belum ada utusan yang dikirim Jokowi-Amin untuk menemuinya di Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Kamis. "Belum, belum ada. Belum," kata Prabowo seusai konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara 4.
Namun, Prabowo memastikan hubungannya dengan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin baik-baik saja. Bahkan hanya dengan Jokowi-Amin, Prabowo meyakini hubungannya dengan semua pihak di jajaran pendukung 01 berlangsung baik. "Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua. Semua yang kita inginkan baik," ujarnya. (Pol/Ant/P-4)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama SKIES Indonesia menggelar Workshop Baking Takjil Viral di Aula Kelurahan Jatisampurna, Bekasi pada Kamis (12/3) lalu.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.
BUKA peluang usaha, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar workshop baking kue Lebaran di Mall Basura, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (11/3).
JELANG Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved