Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Sandiaga Uno: Perusahaan harus Adaptif dan Kreatif di Tengah Gejolak Ekonomi

Insi Nantika Jelita
13/3/2026 18:02
Sandiaga Uno: Perusahaan harus Adaptif dan Kreatif di Tengah Gejolak Ekonomi
Mantan menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Chief Executive Officer Bloom Group Andrew Chu.(Bloom)

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika bisnis global. Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Bloom Group di kantor pusat perusahaan tersebut.

Menurut Sandiaga, perusahaan di era modern dituntut untuk mampu bergerak cepat dalam beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain itu, kolaborasi lintas sektor serta inovasi kreatif dinilai menjadi faktor penting agar perusahaan tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi yang semakin dinamis.

“Inilah wajah masa depan ekonomi kita: adaptif, berani bersinergi, dan sukses mengawinkan industri fundamental dengan kreativitas digital,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Chief Executive Officer Bloom Group, Andrew Chu, juga memperkenalkan lebih dekat struktur bisnis Bloom Group yang mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari energi, logistik hingga media kreatif. Bloom Group diketahui memiliki empat lini bisnis utama yang saling terhubung dan mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pada sektor energi, perusahaan memiliki unit usaha Bloom Energy yang bergerak di bidang perdagangan batu bara dengan sistem pengelolaan profesional. Sementara di sektor logistik, unit usaha Bloom X menyediakan layanan transportasi berat untuk mendukung distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu.

Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif dijalankan melalui Bloom Media yang bergerak dalam produksi konten digital, pengembangan kreator, serta pengelolaan media digital di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

Keberagaman lini bisnis tersebut mencerminkan strategi Bloom Group dalam membangun model usaha yang tidak hanya bergantung pada sektor fundamental, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan industri kreatif digital.

Andrew Chu menilai kombinasi antara sektor energi, logistik, dan media kreatif menjadi pendekatan strategis dalam membangun bisnis yang adaptif. Menurutnya, integrasi berbagai sektor tersebut memungkinkan perusahaan tetap relevan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Direktur Keuangan Bloom Group Hatta menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang bersifat capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis. Menurutnya, keberadaan berbagai unit usaha dalam ekosistem perusahaan memungkinkan Bloom Group tetap memiliki daya tahan menghadapi fluktuasi pasar.

“Kehadiran unit-unit seperti Bloom Energy hingga Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi perubahan pasar,” ujarnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya