Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menegaskan dukungan Partai NasDem ke Calon Presiden Joko Widodo tidak mempersoalkan dampak elektoral partai.
"Tidak ada urusan. Terpilihnya Jokowi lebih penting ketimbang elektoral Partai NasDem. Nasdem butuh Jokowi memimpin negeri ini untuk meneruskan progres bangsa ini," tegas Surya saat hadir di Opsi Metro TV, Senin (1/4) malam.
Dan seluruh kader Partai NasDem, jelas Surya, harus memahami itu. "Karena itu komitmen siapa saja yang bergabung dengan Nasdem untuk membawa perubahan. Kepentingan nasional lebih penting ketimbang partai," lanjut Surya.
Sehingga, menurut Surya, itulah alasan dirinya mendirikan Partai NasDem. "Kalau sampai menomorduakan kepentingan nasional, saya berjalan di jalan yang salah. Saya tidak inginkan itu," papar Surya.
Dan Surya menjelaskan alasannya. "Karena Indonesia telah memberi hal yang luar biasa bagi saya. Negeri ini memberi dari yang pernah saya khayalkan ketika masih remaja," tegas Surya.
Surya mengakui ada kegalauan terhadap potensi yang bisa mengarah pada perpecahan di tengah kehidupan bangsa. Sehingga, diperlukan upaya revitalisasi ideologi bangsa, Pancasila.
"Kalau tidak terjadi, berbahaya sekali. Dan Jokowi memiliki komitmen yang didasari kejujuran hatinya untuk penguatan ideologi. Kami punya perspektif yang sama," jelas Surya.
Surya menegaskan mengerahkan seluruh daya guna, kemampuan, dan energi agar Jokowi menang. "Bila semua daya upaya disertai doa, dengan niat dan ketulusan, tapi berbeda dengan Yang Maha Kuasa, kita harus menerima. Karena kita sudah mengerahkan segala daya upaya. Memang awalnya pasti sulit. Tapi bagi seorang demokrat sejati, itu konsekuensi dari nilai sportivitas ketika kita ikut berkompetisi. Ibarat pepatah, kalau takut dilanda ombak, kenapa punya rumah di tepi pantai," kata Surya.
Baca juga: Surya Paloh Paparkan Hubungannya dengan Jokowi
Adapun bagi Partai NasDem, jelas dia, memiliki pemahaman proses pendidikan politik harus berkesinambungan dari waktu ke waktu.
Dan makin maraknya orang yang memahami platform gerakan perubahan, jelas Surya, NasDem akan memetik hasilnya.
Apalagi, imbuh Surya, maski baru berusia tujuh tahun, Partai NasDem sudah mengikuti tiga pemilihan kepala daerah (pilkada) dan akan mengikuti pemilu kali kedua pada 2019.
"Tidak banyak yang menduga, dari 34 gubernur, 9 adalah kader NasDem. Dari lebih 500 kepala daerah tingkat kabupaten/kota, NasDem mewarnai 198 kepala daerah dan wakilnya. itu tahapan konsolidasi dan pencerahan yang disambut baik, dapat respons yang baik," papar Surya.
Dan dia tetap optimistis Partai NasDem bisa menembus tiga besar dalam Pemilu 2019. "Apa yang tidak mungkin? Semua bisa terjadi. Yang penting ada tekad, semangat, pengorganisasian, kelengkapan, ketokohan, network, kapital. itu prasasarana yang harus jadi kesatuan membesarkan institusi parpol. Dan tekad dan semangat yang menjadi prioritas utama," ujar dia. (X-15)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diisukan menjadi Watimpres. Jokowi merespons akan tetap di kediamannya di Solo
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
KEMARIN, Partai NasDem genap berusia 14 tahun. Dalam tiga kali kesertaan di pemilu presiden dan legislatif, NasDem terus bergerak maju secara elektoral
Lili Romli berharap partai yang kalah diharapkan mengambil posisi sebagai partai oposisi agar mekanisme check and balances berjalan.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang konsistensi ucapan dan perbuatan merupakan bentuk sindiran.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersikap bijaksana dengan menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta para kadernya untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, keteladanan dibutuhkan menghadapi tantangan politik dan kehidupan kebangsaan.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved