Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menaruh harapan besar kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait proses kemajuan bangsa. Hal tersebut ia ungkapkan saat bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (29/3) malam.
"Indonesia hari ini di bawah kepemimpinan Jokowi mulai mengarah dari sebagian apa yang saya harapkan," ungkap Surya.
Di hadapan para tokoh Sulsel yang hadir, Surya menceritakan bagaimana keakrabannya dengan Presiden Jokowi yang terjalin secara personal. Dirinya pernah bercerita kepada Jokowi, 20 tahun yang lalu Surya sempat berkeinginan untuk menjadi seorang presiden layaknya Jokowi.
"Kini ambisi tersebut sudah tidak ada lagi. Saya sangat bersyukur Indonesia punya Jokowi. Saya punya komitmen personal dengan dirinya, Jokowi telah merebut hati saya dan saya menyayangi dia. Saya ingin dia kembali menjabat presiden," paparnya.
Surya melanjutkan, di antara para calon presiden yang ada, Jokowi merupakan sosok capres terbaik. Dukungan yang ia berikan melalui NasDem diharapkan mampu berkontribusi membantu Jokowi membawa Indonesia lebih maju.
"Saya tidak berharap banyak kecuali Indonesia bergerak ke depan. NasDem akan mengawal pemerintahan ke depan jika bangsa Indonesia masih memercayai Jokowi. Saya besar di negeri ini, untuk membalasnya saya bertanggung jawab memastikan negeri ini maju dan tidak boleh mundur," tuturnya.
Baca juga: Surya Paloh Optimistis Jokowi Menang 80% di Sulut
Narasi mundur ke belakang yang dikatakan Surya ialah bangsa yang masih suka membahas isu-isu kecil yang tidak memberi dampak positif kepada kemajuan pembangunan. Isu-isu tersebut antara lain isu yang menilai satu agama paling benar sehungga tidak perlu menghormati perbedaan agama lain.
"Itu bukan Indonesia. Kita harusnya sekarang menggunakan klasifikasi yang ada untuk membuat Indonesia maju," ungkapnya
Surya berharap, silaturahmi dirinya dengan para tokoh-tokoh Sulsel mampu membangunkan kesadaran Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia yang tidak terhalang dengan segala perbedaan suku dan agama untuk membangun bangsa.
"Hidup bukan untuk diri sendiri. Saya bertekad untuk memberikan makna dalam setiap tarikan nafas hidup saya untuk mensyukuri arti kehidupan yang saya miliki," pungkasnya.(OL-5)
POSKO Mudik Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) layani pemudik tetap bugar menuju kampung halaman di momen libur Lebaran 2026.
Berdasarkan perhitungan, dampak penghematan dari kebijakan tersebut sangat kecil dibandingkan total anggaran negara.
Penyaluran bantuan yang dilakukan dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 ini diawali di Kecamatan Ciparay
Program Bestari besutan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mulai tuai hasil. Dua pemuda resmi bekerja sebagai barista profesional di Arab Saudi. Simak kisahnya!
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Kegiatan ini menandai dimulainya Safari Ramadan Partai NasDem sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan silaturahmi kader dengan masyarakat.
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved