Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kredibilitas Prabowo

06/3/2025 05:00
Kredibilitas Prabowo
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KATA bapak Afrika Selatan, mendiang Nelson Mandela, kepercayaan ialah fondasi bagi kepemimpinan yang efektif. Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew bilang, kepercayaan ialah modal utama seorang pemimpin. Sayangnya, tak semua pemimpin kuasa menjaga kepercayaan.

Kepercayaan penting, bahkan vital. Ia, ujar seorang penulis Amerika dan ahli kepemimpinan John C Maxwell, kunci untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Bagi seorang pemimpin negara, presiden, kepercayaan ialah keniscayaan untuk menjalin hubungan dengan rakyat.

Ihwal kepercayaan, Presiden Prabowo Subianto boleh menepuk dada. Dia pemimpin yang paling tinggi mendapatkan kepercayaan dari rakyatnya. Itulah yang dapat dibaca dari sejumlah hasil survei 100 hari kinerjanya memimpin negeri ini. Versi Lembaga Survei Indonesia, misalnya, tingkat kepuasan publik terhadapnya 81,4%. Sigi Kompas tak jauh beda, 80,9%. Angka The Republic Institute (TRI) lebih wah lagi, 82,2%. Adapun survei Kedai KOPI mencatat 72,5% masyarakat puas.

Puas berarti percaya. Kalau rakyat puas dengan kinerja Prabowo, berarti mereka percaya kepemimpinannya. Benarkah rakyat memang puas dan percaya? Ada yang meragukan.

Tingkat kepuasan tersebut pun dipotret pada Januari lalu. Saya tak tahu apakah sekarang tetap setinggi itu. Yang saya tahu, belakangan justru banyak hal yang berpotensi menggerus kepercayaan terhadap Prabowo-Gibran. Yang saya tahu, teramat banyak ekspresi kekecewaan, kejengkelan, kemarahan, dan ketidakyakinan terhadap kepemimpinannya.

Sulit untuk dilupakan bagaimana mak-mak dan penjual gorengan, seblak, mi ayam, dan bakso dibuat geram gegara larangan warung-warung dan pengecer menjual gas melon hingga untuk mendapatkannya sulitnya minta ampun. Antrean panjang terpampang di mana-mana. Sumpah serapah membahana lantaran kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menata penjualan elpiji 3 kg, tapi kiranya tak matang dalam persiapan. Itu tentu tak baik untuk merawat kepercayaan rakyat kepada Pak Prabowo.

Masih tebal dalam ingatan bagaimana seorang wakil menteri menjamin bahwa pabrik tekstil terbesar se-Asia Tenggara di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sritex, tidak akan tutup dan tak akan ada PHK. Dia, Immanuel Ebenezer, bahkan dengan lantang menyatakan lebih baik kehilangan jabatan ketimbang melihat banyak pekerja Sritex kehilangan pekerjaan.

Heroik betul. Faktanya? Per 1 Maret 2025, Sritex resmi tutup, sekitar 10 ribu orang di-PHK. Realitasnya? Sang wakil menteri tetap saja menjabat. Itu tentu buruk terhadap kredibilitas pemerintahan Prabowo.

Masih ada contoh lain yang bisa menggoyang kepercayaan rakyat. Ini bahkan terkait langsung dengan Prabowo. Ketika dia dengan lantang meneriakkan 'Hidup Jokowi.... Hidup Jokowi.... Hidup Jokowi', di situlah ketidakpercayaan bahwa dia mampu menjadi presiden seutuhnya kian menggejala. Di situ pula harapan sebagian publik agar kasus dugaan penyimpangan kekuasaan dan korupsi yang menyangkut keluarga Jokowi diadili bak menunggu godot.

Keraguan bahwa Prabowo akan tampil beda sebagai pemimpin negara kiranya semakin mengemuka. Terlebih dalam sejumlah kasus, dia belum satu kata dan tindakan. Dalam perkara judi online, amsalnya. Berulang kali dia berorasi bahwa judol adalah salah satu prioritas penindakan. Kerap kali dia memerintahkan penegak hukum untuk memberantas judol. Faktanya? Belum satu pun bandar besar yang ditangkap. Kelanjutan pemeriksaan terhadap eks Menteri Komunikasi dan Informatika (kini Komdigi) Budi Arie Setiadi juga tak jelas.

Pun dengan perkara pagar laut. Dulu, Prabowo unjuk ketegasan dengan menginstruksikan untuk bongkar dan usut kerakusan tak bertepi itu. Namun, kini? Cuma sekelas kepala desa dan jajarannya yang dikenai perkara. Cuma sejumlah pegawai BPN yang dicopot dari jabatan mereka. Sebaliknya, sang dalang, yang punya uang sehingga bisa mengendalikan kekuasaan? Ah, rasanya akan tetap melenggang.

Soal korupsi menjadi catatan tersendiri. Untuk yang satu ini, Prabowo berkali-kali umbar janji untuk memerangi. Dia bahkan menyebut koruptor sebagai 'monyet-monyet, maling-maling'. Dia bersumpah di bawah Presiden Prabowo Subianto tidak ada yang kebal hukum. Dia tak akan ragu memburu pelaku hingga Antartika sekalipun. Rakyat, termasuk saya, tentu senang dengan semangat luar biasa itu. Akan tetapi, kenyatannya?

Sulit untuk percaya Prabowo total dalam perang melawan korupsi jika masih terus memercayakan kursi kabinet ke orang-orang yang tersangkut dalam perkara korupsi? Sulit kiranya meyakini bahwa Pak Prabowo serius memberangus korupsi jika untuk menyegerakan pengesahan UU Perampasan Aset Tindak Pidana dan mengembalikan kekuatan KPK seperti dulu saja tak mau, padahal mampu.

Bukankah sebagai pemimpin koalisi pemerintah yang menguasai 80% lebih kursi di parlemen dia bisa melakukan itu? Kalau DPR memang dablek, bukankah dia bisa mengeluarkan perppu?

Kepercayaan ibarat uang di ATM. Saldonya bisa dijaga, bahkan ditambah dengan rajin menyetor, tapi jika terus ditarik, akan terkikis habis. Kepercayaan bisa dijaga dengan kebijakan prorakyat, dengan gebrakan-gebrakan yang bermanfaat, dengan menyatukan kata dan perbuatan.

Adanya distrust terhadap pemerintah tak bisa dinafikan. Tagar #KaburAjaDulu mengonfirmasi hal itu. Gerakan Indonesia Gelap adalah penegasan. Kasus dugaan megakorupsi dan aksi tipu-tipu pertamax oplosan oleh para bos anak perusahaan PT Pertamina dan komplotannya menyempurnakan ketidakpercayaan itu.

Semua itu tak boleh dipandang ringan, pantang disikapi dengan candaan dan penyangkalan. Tentu, tak bisa pula hanya dengan omon-omon.

 



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.