Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Makan Bergizi Gratis

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
26/6/2024 05:00
Makan Bergizi Gratis
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

SEBAGIAN publik boleh merasa lega akhirnya program makan siang gratis (yang dimodifikasi menjadi makan bergizi gratis) masuk dalam rencana anggaran negara mulai tahun 2025. Untuk tahun depan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan rancangan anggaran di APBN sebesar Rp71 triliun agar makan bergizi gratis itu terealisasi.

Angka itu muncul, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, setelah pemerintah bertemu dengan presiden terpilih Prabowo Subianto dan timnya untuk membahas kondisi perekonomian terkini dan RAPBN 2025. Kata Airlangga, pada prinsipnya Prabowo dan timnya menyetujui hal-hal yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pihak yang lega menganggap 'deklarasi' Rp71 triliun itu bagus. Menenangkan secara psikologis. Sebab, sebelumnya mereka waswas. Banyaknya program yang mesti langsung dikerjakan Prabowo-Gibran di tahun pertama pemerintahan mereka, terutama makan siang gratis (namanya jadi makan bergizi gratis), bakal membebani anggaran. Defisit bakal menganga.

Maka, parade waswas itulah yang diyakini kian memengaruhi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ada dua penjelasan mengapa rupiah terus melemah dalam beberapa pekan terakhir. Pertama, karena memang dolar AS sedang menguat terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah.

Kedua, dalam kasus Indonesia, pelemahan rupiah juga dipicu karena adanya kekhawatiran pasar mengenai nasib kesinambungan fiskal Indonesia. Sejumlah analis mengkhawatirkan defisit fiskal bakal meningkat untuk mengakomodasi program-program pemerintah baru. Kekhawatiran itu akhirnya memicu pelemahan rupiah.

Pasar khawatir fiskal Indonesia menjadi tidak sustainable, berkelanjutan untuk jangka menengah maupun panjang. Karena itu, penjelasan Airlangga Hartarto, Sri Mulyani, dan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran dianggap bisa menenangkan. Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani menyampaikan bahwa defisit anggaran akan dijaga dalam rentang 2,29%-2,82% dari produk domestik bruto (PDB).

Para menteri juga memastikan anggaran untuk program makan bergizi gratis sebesar Rp71 triliun pada 2025 itu sudah masuk dalam rentang defisit.

Mereka yang plong dengan penjelasan itu menganggap bahwa 'deklarasi' itu mencerminkan kebijakan fiskal yang berhati-hati akan dilanjutkan. Pemerintah saat ini dan ke depan akan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah 3%.

Dengan rentang defisit di angka itu, diperkirakan rasio utang terhadap PDB 2025 akan berada pada kisaran 37%-38%. Angka itu lebih rendah daripada rasio utang terhadap PDB pada 2023 yang sebesar 39%. Angka tersebut juga jelas jauh lebih rendah daripada spekulasi pasar bahwa rasio utang terhadap PDB yang dijalankan pemerintahan baru akan menjadi 50%. Itu selaras dengan jawaban Prabowo dalam debat capres tempo hari yang menyebutkan bahwa rasio utang terhadap PDB sebesar 50% masih masuk akal.

Dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, disiplin menjaga fiskal itu kunci. Ekonomi dunia tetap dalam ketidakpastian saat tingkat bunga di Amerika Serikat diperkirakan masih bertahan tinggi dalam setahun ke depan. Penjelasan bahwa fiskal yang disiplin akan terus dijaga merupakan sinyal penting bahwa pemerintahan ke depan tidak akan ugal-ugalan di tengah ketidakpastian.

Tapi, sebagian yang kadung skeptis belum 'tertarik' untuk mengubah sikap menjadi lega. Mereka belum yakin dengan frasa 'kehati-hatian dan disiplin fiskal' yang diyakini oleh kaum yang sudah plong. Mereka terus mengkritisi kebijakan fiskal itu sembari terus bertanya melalui grup percakapan pesan: 'di mana letak kehati-hatian kebijakan fiskal kita selama ini?'

Apakah bisa disebut disiplin kalau kredonya 'yang penting defisit fiskal di bawah 3% dari PDB'? Tak masalah hilirisasi sepi distribusi, infrastruktur penuh prestise meski malafungsi, bansos boleh salah sasaran dan boros yang penting happy, asal defisit fiskal tidak lewat dari 3%. Hati-hati cemmana? Disiplin model apa?

Kaum skeptis ini akan terus 'menyalak'. Mereka menjadi watch dog bagi jalannya pemerintahan ke depan. Tidak mengapa. Mestinya sikap seperti itu patut disambut gembira agar ada yang mengawasi, supaya kebijakan ekonomi di bidang fiskal tidak menyimpang dari peta jalan disiplin dan hati-hati.

Kekuasaan mesti sabar menerima skeptisisme berapa pun dosisnya, termasuk sabar menerima kritik tentang makan siang gratis (yang bersalin rupa makan bergizi gratis) sesengit apa pun. Kehilangan kesabaran, kata Mahatma Gandhi, berarti kalah dalam pertempuran.



Berita Lainnya
  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik