Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Merinding JIS

Abdul Kohar Anggota Dewan Redaksi Media Group
11/2/2024 05:00
Merinding JIS
Abdul Kohar Anggota Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SEMUA yang hadir di Jakarta International Stadium (JIS) dan semua yang menyaksikan lewat layar kaca dan media sosial merinding. Hampir semua mata mereka berkaca-kaca. Mungkin ini peristiwa paling bersejarah dalam hidup mereka. Jutaan orang, yang tadinya antre berjam-jam secara daring, tidak bisa menahan keinginan untuk tetap datang secara luring.

Berjam-jam mereka menjemput harapan. Berjam-jam mereka menempuh perjalanan untuk membuktikan bahwa hadangan, ancaman, dan sabotase hanyalah tantangan kecil. Mereka yakin bahwa harapan akan perubahan mesti diikhtiarkan sekuat daya karena tantangan besar justru ada di depan mata.

Karena itu, jutaan manusia tidak menyerah. Kaki mereka terus melangkah. Keyakinan mereka tetap membuncah. Mereka tidak sendiri. Mereka bersama-sama. Tangan mereka berdampingan. Mereka saling menggamit, saling menopang.

Karena itu, kita saksikan Stasiun Ancol tumpah ruah. Stasiun Sunter yang berjarak sekitar 5 km dari JIS juga dipenuhi lautan manusia. Ada 9 ton salak dari Haji Dirun, Banjarnegara, dan kawan-kawan kelompok tani salak Banjarnegara dibagikan gratis di area JIS.

Ada 10 ton telur asin dari Brebes yang juga jadi oleh-oleh gratis. Ada yang mengayuh sepeda dari Yogyakarta ke JIS. Ada konvoi sepeda motor dari Karawang. Ada long march jalan kaki puluhan kilometer dari Bekasi ke JIS.

Pembatalan bus di saat-saat akhir ternyata tidak menghalangi mereka untuk 'melawan' dengan membuktikan hadir di dalam JIS, di luar stadion, di jalan raya sekitar stadion, hingga yang tetap terjebak di Stasiun Ancol dan Stasiun Sunter.

Sungguh, seruan perubahan sudah jadi mantra ajaib melawan mereka yang mengangkangi akal sehat. Ikhtiar sudah diwujudkan. Doa sudah dipanjatkan. Kerja sudah ditunaikan. Pilihan segera dijatuhkan. Pengawalan dan pengawasan akan terus dilakukan. "Insya Allah ini akan jadi kemenangan sejati," seru sang teman.

Saya bergetar menyaksikan gerakan kesukarelaan ini. Saya berkaca-kaca atas rupa-rupa ketulusan, keikhlasan, dan pengorbanan ini. Kepada sang teman saya katakan, "Akal sehat akan menang. Kewarasan akan terus diperjuangkan."

Seperti kata Ignazio Silone, peraih Hadiah Nobel Sastra asal Italia, bahwa penguasa yang cenderung otoriter biasanya berangkat dari rasa cemas terus-menerus. Karena itu, suara yang berbeda, tindakan yang berbeda, akan selalu tidak menyenangkan baginya.

Saat tidak senang, saat cemas, penguasa otoriter pun akan mengembangbiakkan ketakutan. Namun, sepanjang sejarah bangsa-bangsa, perlawanan akan selalu lahir dan sebaik-baik perlawanan ialah kesukarelaan.

Inilah politik kesukarelaan yang melawan teror dan intimidasi. Inilah kemenangan akal sehat atas indoktrinasi. Inilah kemenangan partisipasi kontra mobilisasi. Betul kata WS Rendra: 'kesadaran adalah matahari'.

Kesadaran itu mencerahkan seperti sinar terang matahari. Kesadaran itu matahari yang menggerakkan energi. Kesadaran itu panas yang membakar semangat berlipat-lipat tanpa jeri. Kesadaran itu bahan bakar yang terus menggerakkan perubahan, bahkan mengalahkan kekuatan oligarki.

Insya Allah tidak ada perjuangan yang muspra. Insya Allah tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Insya Allah tidak ada yang kalah atas pilihan yang dijatuhkan untuk perubahan.

Teman saya lalu lantang berdoa: "Bismillah, ya, Allah, aku pasrahkan kepada-Mu. Berkahilah dan ridhoilah perjuangan dan ikhtiar kami. Amin."



Berita Lainnya
  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.