Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kisah para Paman

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
10/11/2023 05:00
Kisah para Paman
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ISTILAH paman sedang naik daun, apalagi kalau bukan gegara Anwar Usman. Adik ipar Presiden Jokowi itu menjadi episentrum perhatian karena dinilai membuatkan jalan tol untuk sang keponakan, Gibran, bisa ngebut berkontestasi di Pilpres 2024.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan paman sebagai adik laki-laki ayah atau adik laki-laki ibu. Ia juga sapaan kepada orang laki-laki yang belum dikenal atau yang patut dihormati.

Di tiap daerah dan negara, sapaan untuk paman berbeda-beda. Paklek adalah sapaan paman di Jawa, umang (Sunda), encing (Betawi), tulang (Batak), ajung iwa (Bali), kemaman (Lampung), anom (Madura), pa' ade (Manado), atau purina (Makassar). Di Jepang, paman disebut ojisan, shushu di Tiongkok, oom (Belanda), amca (Turki), tio (Portugis/Spanyol), atau zio di Italia.

Di antara cabang-cabang pohon kekerabatan, paman termasuk yang paling familier. Penggunaan istilah paman bahkan sengaja diciptakan di pada masa perang 1812 untuk melambangkan Amerika. 'Uncle Sam' atau 'Paman Sam', itulah julukan dunia bagi negara adikuasa itu hingga sekarang.

Sebelum ramai istilah Paman Anwar atau Paman Usman, bangsa kita juga pernah akrab dengan paman-paman yang lain. Masih ingat dengan Paman Gober? Bagi generasi muda, kosakata itu mungkin terasa asing. Namun, buat yang tua-tua seperti saya, ia akrab di mata dan telinga.

Paman Gober memang hidup di era dahulu kala, tapi ia bukan manusia hidup. Ia hanyalah tokoh fiksi yang muncul dalam serial kartun Donald Bebek sejak 1947. Bebek pemilik nama asli Scrooge McDuck itu merupakan bebek paling kaya, tapi paling pelit di antara bebek lainnya.

Paman Gober digambarkan sebagai bebek tua berkacamata dan bergelimang harta. Alkisah, dia awalnya mengais rezeki sebagai tukang semir sepatu, lalu beremigrasi ke AS, kaya raya, tapi kikir sehingga kehilangan orang-orang dekatnya. Gober memang pekerja keras, sukses, tapi serakah. Yang dipikirkan cuma kekayaan. Ia tak patut jadi anutan.

Ada pula Paman Doblang. Bisa jadi, generasi Z tak banyak yang tahu siapa dia. Namun, bagi orang-orang yang lahir lebih awal seperti saya, Paman Doblang cukup terkenal.

Paman Doblang bukan manusia, melainkan hasil reka-reka. Wujudnya bahkan tak ada. Ia adalah puisi karya Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra) yang sarat dengan pesan-pesan adiluhung perjuangan. Puisi itu dibuat penyair ternama berjuluk 'Burung Merak' itu hasil dari renungannya saat mendekam di balik jeruji besi. Rendra ditangkap karena berpuisi di Taman Ismail Marzuki pada 1977. Puisinya dianggap mengganggu stabilitas pemerintahan Orde Baru.

Paman Doblang bersaga tentang keterbatasan dan penindasan yang dialaminya. Ia juga bicara arti perjuangan. Bagi Anda yang belum tahu, coba cari di mesin pencarian untuk merenungi dan menghayati puisi itu. Atau, buka di Youtube, ketik Kantata Takwa, dengarkan lagunya, dijamin Anda akan terhanyut akan lirik-liriknya.

'Kesadaran adalah matahari...Kesabaran adalah bumi...Keberanian menjadi cakrawala...Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata'. Begitu petikan puisi Paman Doblang. Dahsyat, bukan? Paman Doblang memang tokoh rekaan, tetapi sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Ia kiranya patut dijadikan referensi keteladanan.

Paman yang satu ini orang betulan. Dia ialah Anwar Usman, eks Ketua Mahkamah Konstitusi. Sebagai seorang paman, ia sangat baik kepada keponakannya. Dia juga sangat murah hati, royal, tidak pelit. Saking baiknya, dia disebut-sebut berperan besar pada dikabulkannya uji materi tentang syarat batas usia capres-cawapres.

Dalam putusannya yang tak bulat, MK membuat norma baru, yakni usia capres-cawapres minimal 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. Itulah jalan lapang buat Gibran. Wali Kota Surakarta itu bisa mencalonkan diri sebagai bacawapres meski baru berusia 36 tahun. Itulah yang oleh publik kebanyakan dianggap sebagai akal-akalan hukum demi satu orang, merusak demokrasi demi dinasti.

Paman Usman kiranya sosok paman idaman buat keponakan. Dia sampai-sampai rela disanksi Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. Dia terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Hutama prinsip ketakberpihakan, prinsip integritas, prinsip kecakapan dan kesetaraan, prinsip independensi, dan prinsip kepantasan dan kesopanan. Dia bahkan diberhentikan dari jabatan Ketua MK.

Anwar menyangkal semua tudingan miring itu, tapi nasi kadung menjadi kerak. Dia dinyatakan melanggar etik, pakai berat lagi. Inilah kiranya pengorbanan tiada tara dari seorang paman. Namun, sebagai penyelenggara negara, pengorbanan salah jalan itu buruk buat khalayak.

Patutkah Paman Usman menjadi anutan dan teladan? Silakan pembaca punya pendapat. Kalau saya, sih, jelas tidak.



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik