Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTILAH paman sedang naik daun, apalagi kalau bukan gegara Anwar Usman. Adik ipar Presiden Jokowi itu menjadi episentrum perhatian karena dinilai membuatkan jalan tol untuk sang keponakan, Gibran, bisa ngebut berkontestasi di Pilpres 2024.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan paman sebagai adik laki-laki ayah atau adik laki-laki ibu. Ia juga sapaan kepada orang laki-laki yang belum dikenal atau yang patut dihormati.
Di tiap daerah dan negara, sapaan untuk paman berbeda-beda. Paklek adalah sapaan paman di Jawa, umang (Sunda), encing (Betawi), tulang (Batak), ajung iwa (Bali), kemaman (Lampung), anom (Madura), pa' ade (Manado), atau purina (Makassar). Di Jepang, paman disebut ojisan, shushu di Tiongkok, oom (Belanda), amca (Turki), tio (Portugis/Spanyol), atau zio di Italia.
Di antara cabang-cabang pohon kekerabatan, paman termasuk yang paling familier. Penggunaan istilah paman bahkan sengaja diciptakan di pada masa perang 1812 untuk melambangkan Amerika. 'Uncle Sam' atau 'Paman Sam', itulah julukan dunia bagi negara adikuasa itu hingga sekarang.
Sebelum ramai istilah Paman Anwar atau Paman Usman, bangsa kita juga pernah akrab dengan paman-paman yang lain. Masih ingat dengan Paman Gober? Bagi generasi muda, kosakata itu mungkin terasa asing. Namun, buat yang tua-tua seperti saya, ia akrab di mata dan telinga.
Paman Gober memang hidup di era dahulu kala, tapi ia bukan manusia hidup. Ia hanyalah tokoh fiksi yang muncul dalam serial kartun Donald Bebek sejak 1947. Bebek pemilik nama asli Scrooge McDuck itu merupakan bebek paling kaya, tapi paling pelit di antara bebek lainnya.
Paman Gober digambarkan sebagai bebek tua berkacamata dan bergelimang harta. Alkisah, dia awalnya mengais rezeki sebagai tukang semir sepatu, lalu beremigrasi ke AS, kaya raya, tapi kikir sehingga kehilangan orang-orang dekatnya. Gober memang pekerja keras, sukses, tapi serakah. Yang dipikirkan cuma kekayaan. Ia tak patut jadi anutan.
Ada pula Paman Doblang. Bisa jadi, generasi Z tak banyak yang tahu siapa dia. Namun, bagi orang-orang yang lahir lebih awal seperti saya, Paman Doblang cukup terkenal.
Paman Doblang bukan manusia, melainkan hasil reka-reka. Wujudnya bahkan tak ada. Ia adalah puisi karya Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra) yang sarat dengan pesan-pesan adiluhung perjuangan. Puisi itu dibuat penyair ternama berjuluk 'Burung Merak' itu hasil dari renungannya saat mendekam di balik jeruji besi. Rendra ditangkap karena berpuisi di Taman Ismail Marzuki pada 1977. Puisinya dianggap mengganggu stabilitas pemerintahan Orde Baru.
Paman Doblang bersaga tentang keterbatasan dan penindasan yang dialaminya. Ia juga bicara arti perjuangan. Bagi Anda yang belum tahu, coba cari di mesin pencarian untuk merenungi dan menghayati puisi itu. Atau, buka di Youtube, ketik Kantata Takwa, dengarkan lagunya, dijamin Anda akan terhanyut akan lirik-liriknya.
'Kesadaran adalah matahari...Kesabaran adalah bumi...Keberanian menjadi cakrawala...Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata'. Begitu petikan puisi Paman Doblang. Dahsyat, bukan? Paman Doblang memang tokoh rekaan, tetapi sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Ia kiranya patut dijadikan referensi keteladanan.
Paman yang satu ini orang betulan. Dia ialah Anwar Usman, eks Ketua Mahkamah Konstitusi. Sebagai seorang paman, ia sangat baik kepada keponakannya. Dia juga sangat murah hati, royal, tidak pelit. Saking baiknya, dia disebut-sebut berperan besar pada dikabulkannya uji materi tentang syarat batas usia capres-cawapres.
Dalam putusannya yang tak bulat, MK membuat norma baru, yakni usia capres-cawapres minimal 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. Itulah jalan lapang buat Gibran. Wali Kota Surakarta itu bisa mencalonkan diri sebagai bacawapres meski baru berusia 36 tahun. Itulah yang oleh publik kebanyakan dianggap sebagai akal-akalan hukum demi satu orang, merusak demokrasi demi dinasti.
Paman Usman kiranya sosok paman idaman buat keponakan. Dia sampai-sampai rela disanksi Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. Dia terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Hutama prinsip ketakberpihakan, prinsip integritas, prinsip kecakapan dan kesetaraan, prinsip independensi, dan prinsip kepantasan dan kesopanan. Dia bahkan diberhentikan dari jabatan Ketua MK.
Anwar menyangkal semua tudingan miring itu, tapi nasi kadung menjadi kerak. Dia dinyatakan melanggar etik, pakai berat lagi. Inilah kiranya pengorbanan tiada tara dari seorang paman. Namun, sebagai penyelenggara negara, pengorbanan salah jalan itu buruk buat khalayak.
Patutkah Paman Usman menjadi anutan dan teladan? Silakan pembaca punya pendapat. Kalau saya, sih, jelas tidak.
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved