Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Presiden Jangan Mau Didikte

Dero Iqbal Mahendra
29/12/2015 00:00
Presiden Jangan Mau Didikte
(ANTARA/Kornelis Kaha)
WACANA perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja jilid II menguat. Namun, di tengah tarik ulur berbagai kepentingan, Presiden Joko Widodo hendaknya jangan mau didikte.

Demikian pesan yang disampaikan sejumlah kalangan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan reshuffle merupakan hak penuh seorang presiden dalam sistem presidensial sehingga tidak patut diintervensi.

"Presiden harus keluar dari intervensi atau tekanan siapa pun sebab reshuffle hak penuh seorang presiden," katanya saat dihubungi tadi malam (Senin, 28/12/2015).

Menurut dia, reshuffle harus didasarkan pada efektivitas kerja kabinet dan demi kepentingan masyarakat luas. "Reshuffle itu harus digunakan hanya untuk mempercepat capaian kerja pemerintah dan meri-ngankan kerja presiden," tukasnya.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengharapkan Presiden tidak terpengaruh berbagai kepentingan politik untuk menyikapi wacana reshuffle kabinet.

"Kuncinya Pak Jokowi sebagai presiden harus memilih sendiri dan jangan orang lain yang memilih sebab selama ini mereka sudah diberi kesempatan untuk memilih dan hasilnya itu memang kurang menggembirakan," terang Rizal di Jakarta, kemarin (Senin, 28/12/2015).

Menurut dia, reshuffle dapat mempercepat perbaikan ekonomi di tahun depan. "Ekonomi kita awalnya merosot, tapi perlahan mulai membaik. Nah momentum ini, kalau ada reshuffle, mudah-mudahan dilanjutkan," ujarnya.

Rizal membantah dirinya melakukan diferensiasi terkait dengan menteri yang berasal dari partai politik atau dari kalangan profesional. Namun, ia juga menggarisbawahi, meski berasal dari partai politik, para menteri tersebut dapat bekerja secara profesional dengan memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan.

Presiden Jokowi kembali memberikan sinyal bahwa reshuffle berlanjut setelah reshuffle jilid I pada Agustus lalu. Sebelumnya, di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (26/12), Presiden mengatakan, jika rapor para pembantunya merah, pasti kena reshuffle.

Presiden lagi-lagi tidak membantah soal rencana tersebut. "Reshuffle? Kan nanti kalau sudah dilantik tahu," ujar Jokowi di Belu, Nusa Tenggara Timur, seperti dilaporkan Metro TV, kemarin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui perombakan kabinet dalam penggodokan. "Ya semuanya dalam proses pembicaraan," kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Terkait dengan pernyataan Ketua DPP PAN Aziz Subekti bahwa Partai Amanat Nasional mendapat jatah dua kursi, Kalla mengaku heran dengan kabar yang beredar. "Saya belum tahu, itu infonya dari mana. Tapi yang jelas belum dibicarakan," pungkasnya.

Tidak etis
Masih soal klaim PAN, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun angkat bicara. "Menurut saya tidak etis, terkesan mendesak atau mendikte hak prerogatif Presiden," kata Tjahjo melalui keterangan persnya yang di-broadcast kepada wartawan, kemarin.

Tjahjo menilai sah-sah saja PAN membangun komunikasi dengan Jokowi. Namun, sambungnya, jangan membangun rumor yang dapat menganggu stabilitas kerja kabinet.

"Para menteri sebagai pembantu Presiden tidak akan terpengaruh pernyataan Ke-tua DPP PAN tersebut. Semua menteri tetap kerja di bawah arahan Presiden dan semua tetap menyerahkan penilaian kinerja kepada Presiden," jelasnya.

Setali tiga uang, pengamat politik dari Universitas Padja-djaran Idil Akbar berpendapat PAN seharusnya mengerti etika berpolitik untuk tidak mendorong Presiden me-reshuffle kabinet. "PAN seharusnya tahu diri. Saya berharap PAN dapat bersabar dan jangan terus mendesak Jokowi," ujar Idil. (Cah/Wib/Nov/Nur/X-6)


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.