Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kepingan Kebahagiaan

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
30/4/2022 05:00
Kepingan Kebahagiaan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADAKAH saat yang paling dirindukan para pengembara selain menemukan momen kepulangan? Fakta keterlemparan manusia dari langit suci, serta keberpetualangan mereka dari tumpah darah membuat sukma mereka senantiasa resah gelisah. Rindu pulang.

Itulah mengapa mudik atau pulang kampung, selalu menjadi magnet. Sebagian orang tidak habis pikir, mengapa orang-orang rela menghabiskan ongkos, membakar bensin, berdesak-desakan, dan macet berjam-jam hanya untuk satu kata: pulang. Rasionalitas mereka mengukur bahwa semua itu menyiksa, menderita, dan buang-buang waktu.

Namun, seperti judul lagu karangan Iwan Fals, para pemudik itu sudah mengidap Rindu Tebal. Rindu terhadap orangtua, sahabat, kerabat, dan kampung halaman. Apalagi, setelah ongggokan rindu sudah tertimbun selama dua tahun akibat larangan mudik. Dendam rindu tebal hanya bisa dilampiaskan dengan bertemu langsung, dengan pulang kampung.

Mereka ingin menikmati secuil kebahagiaan. Sesuatu yang bagi sebagian orang amat mahal, kendati sederhana. Tatkala pemerintah melarang warga mudik Lebaran 2020 dan 2021, seorang pekerja rumah tangga berkata, “Tuan bisa menikmati berbagai macam kebahagiaan sepanjang tahun, sedangkan kebahagiaan saya cuma sekali setahun, yaitu mudik Lebaran. Apakah kebahagiaan satu-satunya itu pun harus saya korbankan?”

Masih meminjam judul lagu Iwan Fals, bagi banyak orang, mudik itu Libur Kecil Kaum Kusam. Maka, jangan heran saat larangan mudik Lebaran tahun ini dicabut. 'Dendam keumat' untuk melampiaskan rindu pulang meledak. Perlombaan menikmati secuil kebahagiaan itu pun kian tampak: kemarin, hari ini, dan dua hari ke depan.

Berdasarkan perkiraan, ada lebih dari 84 juta orang mudik. Angka itu naik 40% jika dibandingkan dengan jumlah pemudik di tahun sebelum pandemi covid-19. Ada yang pulang dengan naik kereta api, pesawat, bus, travel, kapal laut, juga mobil pribadi, dan sepeda motor.

Jumlah pemudik baik menggunakan mobil pribadi maupun carteran diperkirakan ada 23 juta orang. Adapun yang mengendarai sepeda motor diperkirakan sekitar 17 juta orang. Mereka yang mudik menggunakan sepeda motor jelas amat menantang risiko. Lebih-lebih, banyak di antara mereka membawa anak-anak.

Ini tentu tidak bisa dibenarkan. Menikmati kebahagiaan itu memang 'bahasa kalbu'. Namun, bukan berarti boleh memgesampingkan nalar sebab kalau nalar dikalahkan, alih-alih menjemput kebahagiaan, justru kepedihan dan penderitaan yang didapatkan. Kemudaratan mesti dihilangkan lebih dahulu, walaupun ia mendatangkan kemaslahatan.

Dengan meniadakan kemudaratan, kebahagiaan akan sempurna. Psikolog William James menyatakan kepedulian utama manusia dalam hidupnya ialah kebahagiaan. Bagaimana cara memperoleh, mempertahankan, dan memulihkan kebahagiaan merupakan motif tersembunyi dari tindakan kebanyakan orang. Itu pula motif para pemudik.

Viktor Emil Frankl, neurolog yang nyaris bunuh diri di kamp konsentrasi Nazi, lewat refleksinya menyatakan pencapaian kebahagiaan tertinggi itu terengkuh bukanlah dalam keberhasilan, kesenangan, dan kekuasaan, melainkan dalam keberanian untuk menghadapi kenyataan dengan segala pahit getirnya. Frankl percaya pada kehendak untuk menemukan makna (the will to meaning), lewat kemampuan berdamai dengan kenyataan dan pengorbanan untuk menjadi lebih besar daripada diri sendiri, merupakan sumber kebahagiaan tertinggi.

Para penjemput kepingan kebahagiaan itu memang telah mengalami pahit getirnya kehidupan. Dengan pulang, lewat mudik, mereka berani menghadapi kenyataan itu, walau secara ekonomi, mungkin mereka belum 'sukses' kendati telah berbilang tahun menjadi pengembara. Itulah kiranya kepingan kebahagiaan tertinggi, seperti yang dinyatakan Frankl tadi.

Dalam kesulitan menemukan makna hidup ke depan, orang-orang akan mencarinya dengan berpaling ke belakang. Kepulangan ke kampung halaman, dengan segala klangenannya sambil merembeskan rezeki. Bisa juga demi mencari suaka sementara dari kepengapan hidup di kota besar. Itu semua merupakan mekanisme katarsis. Tujuannya demi mengisi kekosongan makna hidup.

Selamat pulang, selamat mudik, selamat menjemput kebahagiaan. Walau hanya sekeping, secuil, segenggaman. Selamat Lebaran.



Berita Lainnya
  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?