Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Panglima TNI

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
14/9/2021 05:00
Panglima TNI
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PADA 8 November 2021, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berumur 58 tahun. Ini umur pensiun perwira. Tinggal bilangan hari. Maka itu, beredarlah nama penggantinya.

Syarat menjadi panglima TNI ialah perwira tinggi aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan. Ini wajib hukumnya. Presiden perlu menimbang kepala staf angkatan dapat bergantian menjadi panglima TNI. Ini boleh dilakukan, boleh tidak.

Dua nama muncul: KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono. Bila Presiden memaknai 'dapat bergantian' dalam pengertian urutan waktu, Laksamana Yudo yang diusulkan ke DPR menjadi Panglima TNI. Bila Presiden berpandangan keduanya dimungkinkan mendapat 'giliran', yang diusulkan menjadi Panglima TNI ialah Jenderal Andika yang lebih senior. Setelah itu, barulah giliran Laksamana Yudo menggantikan Jenderal Andika yang pensiun pada 21 Desember 2022. Hal itu dimungkinkan karena Laksamana Yudo lebih muda. Ia pensiun 26 November 2023. Bahkan untuk menghadapi Pemilu 2024, sebelum masa jabatan presiden berakhir, Jokowi sempat mengangkat Panglima TNI yang baru.

Jabatan Panglima TNI pernah tidak bergantian. Itu terjadi ketika Presiden Jokowi mengangkat Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko (2015). Seyogianya, kala itu giliran KSAU. Akan tetapi, Marsekal Agus Supriatna baru enam bulan menjadi orang nomor satu di Angkatan Udara. Jenderal Gatot yang telah setahun menjadi KSAD kemudian diangkat menjadi Panglima TNI (yang bersangkutan kini pengkritik Presiden Jokowi).

Dapat bergantian menjabat Panglima TNI merupakan buah reformasi mengoreksi dominasi matra Angkatan Darat di masa Presiden Soeharto yang memang Jenderal Angkatan Darat. Bahkan bagi Pak Harto, tak penting untuk menjadi Panglima ABRI harus pernah menjadi KSAD. Benny Moerdani bukan hanya tak pernah menjadi KSAD. Dia pun tak pernah menjadi pangdam. Apalagi menjadi komandan korem atau komandan kodim. Pak Harto menyematkan pangkat jenderal bintang empat di bahu perwira intel itu ketika Benny dilantik menjadi Panglima ABRI.

Presiden SBY tergolong taat asas. Selama 10 tahun SBY berkuasa, semua kepala staf angkatan menjadi Panglima TNI. Kiranya hal ini akibat pengaruh karier militernya pernah berada di pusaran reformasi. Dalam pangkat letnan jenderal, jabatannya sebagai kepala staf sosial politik ABRI pun turut tereformasi menjadi kepala staf teritorial TNI. Yang 'unik', SBY tidak melanjutkan usulan presiden sebelumnya, Megawati, untuk menjadikan Jenderal Ryamizard Ryacudu Panglima TNI. Padahal, nama sang jenderal telah diusulkan ke DPR.

SBY juga taat asas memaknai supremasi sipil dalam mengangkat menteri pertahanan. Semuanya sipil. Mereka ialah Juwono Sudarsono dan Purnomo Yusgiantoro. Jabatan menteri pertahanan diisi sipil merupakan keputusan politik yang normal di masa awal republik. Mereka, antara lain Amir Sjarifuddin, Syafrudin Prawiranegara, Ali Sastroamidjojo, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Tradisi itu ditegakkan kembali di awal reformasi, hasil Pemilu 1999. Presiden Gus Dur mengangkat Juwono Sudarsono dan Mahfud MD; Presiden Megawati mengangkat Matori Abdul Djalil sebagai menteri pertahanan. Dalam hal Matori perlu dikemukakan setia kawan Megawati. Sekalipun Matori menderita strok, Megawati tidak menggantinya. Megawati memateraikan jasa Matori dalam kapasitasnya sebagai pimpinan MPR yang berseberangan dengan Gus Dur sampai Matori tutup usia. MPR menjatuhkan Gus Dur, mengangkat Megawati menjadi presiden.

Jokowi yang kemudian mengembalikan jabatan menteri pertahanan kepada tentara. Tepatnya kepada Angkatan Darat, yaitu Jenderal Riyacudu dan Jenderal Prabowo Subianto. Yang terakhir ini keputusan tak terduga karena sang jenderal dua kali menjadi rival Jokowi dalam pilpres. Bahkan, kemudian cawapres Sandiaga Uno pun masuk kabinet.

Yang juga tak terduga, Jokowi mengangkat seorang sipil Mahfud MD menjadi Menko Polhukam. Jabatan yang selama ini diisi tentara. Tampaklah bahwa Presiden Jokowi dalam menggunakan hak prerogatifnya tidak diganduli psikologi politik reformasi berupa orang sipil menjadi menteri pertahanan, atau menko polhukam harus tentara, atau kepala staf angkatan bergantian menjadi Panglima TNI. Dia presiden yang bebas menggunakan hak prerogatifnya.

Kiranya, tak pernah berkubang percaturan politik nasional yang keruh dan kisruh menjadikan Jokowi presiden yang lebih merdeka dan rileks menggunakan hak prerogatif yang diberikan konstitusi.

Siapakah yang dalam waktu dekat ini bakal diusulkan Presiden ke DPR menjadi Panglima TNI? Jabatan yang satu ini teramat strategis untuk dibumbui spekulasi. Baiklah, Presiden Jokowi tetap merdeka dan rileks.



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.