Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Ganjar Diganjal, Ganjar Diganjar

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
25/5/2021 05:00
Ganjar Diganjal, Ganjar Diganjar
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEPALA daerah kiranya panggung terbaik untuk menjadi kepala negara. Panggung kepala daerah lebih mentereng jika dibandingkan dengan panggung kabinet atau panggung ketua umum partai politik.

Jokowi membuktikan itu. Dari panggung Wali Kota Solo, Jokowi mendaki ke panggung Gubernur DKI dan kini tiba di panggung Presiden RI, dua periode pula.

Survei juga membuktikan sejumlah kepala daerah punya popularitas dan elektabilitas tinggi. Mereka antara lain Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil. Elektabilitas mereka melampaui elektabilitas ketua-ketua umum parpol.

Elektabilitas tertinggi memang dipegang Prabowo yang manggung di kabinet. Namun, orang mengatakan itu elektabilitas residu dua pilpres. Makin menjauh dari pilpres terdahulu dan makin mendekat ke Pilpres 2024 boleh jadi elektabilitas Prabowo menyusut.

Di antara kepala daerah, Anies punya elektabilitas paling tinggi. Elektabilitas Ganjar menguntit persis di belakangnya. Namun, Anies kehilangan panggung kepala daerah pada 2022, sedangkan Ganjar masih bisa melanjutkan berpentas di panggung kepala daerah hingga 2023. Ganjar kiranya berpotensi menyalip Anies.

Akan tetapi, bagaimanapun Ganjar kader parpol PDI Perjuangan. Ganjar mesti mendapat tiket dari PDIP untuk memasuki arena pertarungan menjadi presiden. PDIP sepertinya punya calon lain. Oleh karena itu, ketika dia tak diundang di acara PDIP di Jawa Tengah, sementara para kepala daerah kader PDIP di sana diundang, orang lantas berspekulasi Ganjar diganjal parpolnya.

Acara itu dihadiri Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga putri Ketua Umum PDIP Megawati. Orang berspekulasi PDIP bakal menyorongkan Puan sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo sebagai calon presiden.

Spekulasi Ganjar diganjal klop dengan pernyataan Ketua DPD PDIP Jateng yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Bambang menyebut sejumlah 'dosa' Ganjar sehingga tak diundang di acara pembukaan pameran foto esai Marhaen dan foto bangunan cagar budaya itu. Dosa itu antara lain tetap berambisi nyapres kendati sudah diberi kode untuk mengeremnya.

Opini Ganjar diganjal kiranya memberi kesan Ganjar teraniaya. Dalam politik, orang teraniaya bisa berjaya. Dalam politik, ganjalan bisa berubah menjadi ganjaran. Ilmu politik menyebutnya underdog effect, efek teraniaya. Dalam agama pun doa orang-orang teraniaya katanya bakal terkabul.

Wali Kota Solo Jokowi yang teraniaya karena dibilang bodoh oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo berjaya menjadi Gubernur DKI lalu Presiden RI. Susilo Bambang Yudhoyono yang teraniaya karena dipecat Presiden Megawati dari jabatan menteri berjaya menjadi presiden. Partai Agus Harimurti yang teraniaya oleh Kongres Luar Biasa Moeldoko berjaya, elektabilitasnya meningkat menurut sejumlah survei.

Boleh jadi setelah mendapat ganjalan, Ganjar justru mendapat ganjaran. Elektabilitasnya siapa tahu makin kinclong. Di sisi lain, parpol-parpol berwatak realistis, kalau tak boleh disebut pragmatis. Parpol-parpol cenderung mendukung dan mengusung kandidat yang elektabilitasnya tinggi.

Bila kelak elektabilitas Ganjar betul-betul makin tinggi, PDIP sekalipun kiranya bakal mendukung dan mengusungnya sebagai capres. Dulu, petinggi parpol-parpol, termasuk PDIP, menyepelekan Jokowi yang cuma kader indekos satu parpol. Akan tetapi, demi melihat elektabilitasnya yang tinggi, PDIP pun kesengsem dan mengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2014. Kalaupun PDIP tetap mengganjal Ganjar, parpol lain mungkin yang akan mengganjarnya, mengusungnya sebagai capres jika elektabilitasnya memang tinggi.



Berita Lainnya
  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.