Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pelacur, Teroriswati, Surga

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
02/4/2021 05:00
Pelacur, Teroriswati, Surga
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

FIRDAUS perempuan pelacur kelas atas. Dia membunuh laki-laki yang menjadi germonya. Dia dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Dia menjalani hari-harinya di penjara Qanatir, Mesir, sebelum menjalani eksekusi.

Firdaus sesungguhnya punya peluang mendapat grasi dari presiden. Dokter penjara menyarankannya meminta pengampunan kepada presiden. Namun, Firdaus tegas menolaknya. Baginya eksekusi mati justru jalan satu-satunya menuju kebebasan sejati.

Firdaus menjalani hari-harinya di penjara dengan tenang. Dia berjalan anggun dengan kepala tegak. Gerak-gerik tangannya serba tenang. Pandangannya tegar.  Semua itu menunjukkan keberaniannya menghadapi kematian. Pada akhir 1974, Firdaus betul betul menghadapi dan menjalani hukuman mati itu.

Kisah Firdaus saya baca di novel berjudul Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi. Perempuan di Titik Nol kiranya novel biografi karena pengarangnya menulisnya berdasarkan kisah nyata. Pengamat sastra menilai novel karya feminis Mesir ini sebagai gugatan terhadap kekuasaan laki-laki. Bukankah pelacur profesi yang diciptakan laki-laki?

Bagi Firdaus pelacur sukses lebih baik daripada seorang suci yang sesat. Menghadapi dan menjalani hukuman mati kiranya kesuksesaan membebaskan diri dari dunia patriarkis, dunia laki-laki.

Zakiah Aini perempuan teroris. Di dunia yang membedakan laki-laki dan perempuan, bolehlah kita sebut dia teroriswati, sedangkan laki-laki teroris, kita sebut teroriswan.

Zakiah yang terbilang belia ini sukses menembus Mabes Polri. Dia mengacungkan pistol yang disebut airgun ke arah polisi yang berjaga di pos penjagaan. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Zakiah melepaskan enam tembakan.

Zakiah, seperti semua teroris, mengharapkan kematian. Polisi menembak mati Zakiah. Polisi “memenuhi” harapan Zakiah. Teroris memang berani mati, tetapi takut hidup. Buya Syafii Maarif menyebutnya teologi maut.

Zakiah serupa Firdaus, sama-sama berani menghadapi kematian. Bedanya, Firdaus menghadapi kematian untuk mendapat kebebasan sejati, Zakiah menghadapi kematian karena terpenjara imaji tentang surga.

Dalam surat wasiatnya, Zakiah berharap Allah mengumpulkan Zakiah dan keluarganya di surga. Dengan mati lebih dulu, masuk surga duluan, Zakiah bisa memberi syafaat, menarik gerbong keluarga, ke surga.

Apakah Zakiah sungguh masuk surga, kita tak tahu dan tak pernah tahu. Yang saya tahu, teroris berani mati karena membayangkan disambut 72 bidadari di surga. Itu artinya teroriswan, teroris laki-laki, yang masuk surga. Saya tidak pernah mendengar, bila ada, cerita teroriswati, teroris perempuan, mati dan masuk surga disambut 72 bidadara.

Bayangkan, dalam dunia perterorisan, surga pun diciptakan oleh dan untuk laki-laki. Itu artinya Zakia mati tersesat dalam imaji surga partriarkis, surga yang diciptakan oleh dan untuk laki-laki.

Sebaliknya, saya pernah mendengar kisah pelacur masuk surga setelah memberi minum anjing kehausan. Dikisahkan, ada seekor anjing berputar-putar di tepi sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Seorang pelacur di antara pelacur-pelacur Bani Israil melihatnya. Dia melepas sepatunya dan menggunakannya untuk menimba air dari sumur. Sang pelacur kemudian memberi minum anjing tersebut. Maka, Tuhan mengampuninya. Banyak yang tidak percaya dengan kisah yang diceritakan satu hadist Nabi itu.

Siapa tahu Firdaus masuk surga juga. Serupa dengan pelacur Bani Israil yang membebaskan anjing dari kehausan, Firdaus membebaskan perempuan dari dunia laki-laki yang memenjara perempuan. Jangan-jangan benar yang dikatakan Firdaus bahwa pelacur sukses lebih baik jika dibandingkan orang suci yang sesat. Jika itu benar, sungguh ironis. Wallahualam.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.