Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Blusukan Risma Reaksi Anies

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
11/1/2021 05:00
Blusukan Risma Reaksi Anies
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ANIES Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga 16 Oktober 2022. Akan tetapi, aroma persaingan menuju DKI-1 sudah tercium saat ini. Padahal, pilkada Jakarta masih lama, yaitu November 2024 jika Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada tidak diubah.

Pasal 201 UU Pilkada menyebutkan kepala daerah hasil Pilkada 2017 menjabat sampai 2022. A nies terpilih dalam Pilkada 2017. Dengan demikian, setelah Anies berakhir masa jabatannya tahun depan, diangkat penjabat gubernur sampai terpilihnya gubernur defi nitif pada 2024.

Konstruksi Pilkada serentak nasional 2024 kemungkinan diundur hingga 2027. Saat ini, DPR sedang menyiapkan revisi UU 10/2016. Salah satu poin revisi ialah pilkada dan pilpres/pileg tidak digelar pada tahun yang sama. Jika revisi itu disetujui, pilkada Jakarta tetap digelar pada 2022. Bocoran pilkada digelar pada 2022 itulah yang mengembuskan aroma persaingan di Jakarta.

Pesaing Anies ialah Tri Rismaharini yang dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial pada 23 Desember 2020. Risma sudah digadang-gadang menjadi calon gubernur Jakarta sejak 2019. Menanggapi pencalonan dirinya, pada Agustus 2019, Risma mengatakan, “Belum tahu, wong (pilkada Jakarta) masih lama kok.”

Pelantikan Risma sebagai Mensos ditafsirkan orang sebagai persiapan dirinya menjadi calon gubernur Jakarta. Ia disebut-sebut didatangkan ke Jakarta untuk mendekatkan dirinya dengan pemilih di Ibu Kota. Bahkan, kegiatan blusukan Risma untuk menemui gelandangan di Jakarta dianggap sebagai kampanye.

Risma blusukan pada 4 Januari. Pagi itu ia menyusuri jalur pedestrian di Jalan Thamrin persis di sisi kanan Plaza UOB, Jakarta Pusat. Ia mendapati tiga gelandangan yang disebut pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

Seperti biasa, Risma menyapa dan berdialog dengan mereka, termasuk menanyakan asal kampung halaman, dan tidak kalah penting meminta kesediaan mereka mendapatkan pembinaan.

Dua di antara gelandangan itu ialah Kastubi dan Faisal yang bersedia menerima penanganan dari Kementerian Sosial. Kedua orang itu selanjutnya diantar ke kantor Kementerian Sosial untuk menikmati sarapan pagi. Foto sarapan dua orang itu menjadi trending di Twitter, Risma dituduh blusukan settingan atau sudah diatur untuk keperluan pencitraan.

Hingga 7 Januari, sudah 23 gelandangan berhasil dibujuk Risma untuk masuk Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Mereka akan diberikan keterampilan berwirausaha, seperti budi daya lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya tanaman hidroponik, dan keterampilan lainnya yang mampu memberikan nilai ekonomi.

Temuan gelandangan di jalan protokol itu membuat ketar-ketir Pemprov DKI Jakarta. Keberadaan gelandangan tidak sejalan dengan visi Anies Baswedan bahwa Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan semua. Apalagi, salah satu misi Anies ialah menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja.

Karena itulah, Anies meminta Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memeriksa pengemis yang ditemukan Risma. “Pak Gubernur langsung perintahkan kepada Kadinsos untuk mengecek siapa orangnya, kenapa ada di situ,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (6/1).

Ariza juga mengaku heran dengan keberadaan tunawisma yang ditemukan Risma. “Saya sendiri sudah hidup di Jakarta sejak umur empat tahun baru dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin,” kata dia.

Sah-sah saja Anies bereaksi sebab pada saat Risma menemui gelandangan, Anies posting di media sosial sejumlah penghargaan yang diterimanya.

Andai pemimpin Jakarta sering blusukan, tidak hanya berada di belakang meja, mungkin dengan mudah menemui gelandangan. Pengemis yang ditemui Risma sangat nyata dan saat ini sudah ‘disekolahkan’ di balai karya.

Blusukan Risma perlu dilihat dari tugas pokoknya yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2015 tentang Kementerian Sosial. Kemensos mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Penanganan fakir miskin diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 sebagai turunan Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi: fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara oleh negara.

Dengan demikian, fakir miskin yang ditemui Risma di jantung Ibu Kota itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah. Ibu Mensos sudah menunaikan tugasnya, kapan giliran Pak Gubernur?

 

 



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.