Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Poles Paslon Pakai Topeng

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
28/9/2020 05:00
Poles Paslon Pakai Topeng
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KAMPANYE Pilkada 2020 berlangsung selama 71 hari, dimulai sejak Sabtu (26/9). Kampanye ialah kegiatan meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program calon kepala daerah.

Kegiatan menyakinkan pemilih oleh 741 paslon itu dilakukan melalui kampanye virtual. Bukan kampanye berbasis pengumpulan massa yang dibatasi selama masa pandemi covid-19.

Kampanye virtual berbasiskan internet. Komunikasi berbasis internet melalui media sosial. Ragam media sosial yang tengah berkembang dan banyak diminati orang adalah Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Whatsapp, dan sebagainya.

Penggunaan media sosial itu sesungguhnya mengantarkan negeri ini menuju demokrasi yang berbasis pada ekspresi ruang publik. Demokrasi yang berakar pada ruang publik ini oleh Habermas disebut sebagai demokrasi deliberatif.

Menurut Habermas, dalam ruang publik setiap orang bebas masuk dan turut berbicara tanpa ada tekanan koersif yang mengarah pada kesepakatan pragmatis. Ruang publik menjadi arena pengakuan kembali atas  kemanusiaan seseorang, dihargai pendapatnya.

Kebebasan individu di ruang publik kata kunci kampanye virtual. Calon kepala daerah mesti lebih kreatif membungkus dan menyampaikan pesan politik. Meski demikian, bisa dipahami, mereka tidak mudah beradaptasi karena faktor usia.

Tawaran Mendagri Tito Karnavian bisa dipertimbangkan. Paslon menggunakan event organizer (EO) virtual. EO itu bisa mendesain kampanye tatap muka terbatas yang dikoneksikan dengan jaringan medsos secara virtual lewat siaran langsung.

Satu siaran langsung, kata Tito mengutip data organisasi itu, bisa menarik sedikitnya 4.000-5.000 akun penonton. Acara siaran langsung bermacam-macam, yaitu mulai dari yang dikemas sebagai bincang-bincang, seminar, konferensi pers, hingga hiburan.

Fakta yang diungkap Tito itu sejalan dengan data dari Indonesian Digital Report 2020 oleh Hootsuite (We are Social), per Januari 2020. Pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta. Sebanyak 160 juta merupakan pengguna media sosial yang aktif.

Rata-rata waktu akses internet di Indonesia dapat mencapai lebih dari tujuh jam per hari. Media sosial dan video streaming menjadi yang paling lama diakses dengan rata-rata waktu penggunaan mencapai lebih dari 3 jam.

Platform media sosial tergolong tinggi penggunaannya di Indonesia ialah Youtube, dengan tingkat penggunaan mencapai 88%, disusul Whatsapp 84%, Facebook 82%, Instagram 79%, dan Twitter yang tingkat penggunaan tak kurang dari 56%.

Penelitian yang dilakukan Hillygus dan Jackman (2003) perlu dipertimbangkan bahwa metode kampanye yang berbeda akan memiliki efek yang berbeda pada pemilih, tapi kampanye juga dapat tidak memiliki efek apa pun karena pemilih sudah memiliki preferensi tersendiri.

Karena itu patut dipertimbangkan platform media sosial yang digunakan. Pertimbangan utama tentu saja sasaran pemilih yang hendak dituju. Sebab, perbandingan berbeda-beda perbandingan pengguna berdasarkan jenis kelamin.

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia saat ini mencapai 130 juta jiwa dengan rincian perempuan sebanyak 44,4% dan laki-laki sebanyak 55,6%. Sementara itu, jumlah pengguna Instagram di Indonesia sebanyak 63 juta jiwa. Persentase pengguna Instagram perempuan sebanyak 50,8% dan laki-laki sebanyak 49,2%.

Instagram ikut membantu memenangkan Ridwan Kamil dalam Pilkada 2018 di Jawa Barat berdasarkan hasil penelitian Sholihul Abidin dan Ageng Rara Cindoswari. Kesimpulan penelitian itu menyebutkan bahwa political branding Ridwan Kamil di Twitter dibentuk melalui banyak aspek, antara lain aspek penampilan.

Selama pada masa kampanye terlihat Ridwan Kamil selalu bergonta ganti kostum mulai formal hingga nonformal. Demikian halnya dengan model rambut yang terkadang terbuka dan kadang mengunakan penutup kepala seperti peci, udeng bali, dan blangkon sunda.

Strategi political branding yang dilakukan Ridwan Kamil menggambarkan dirinya sebagai sosok kandidat yang terbuka, dekat dengan masyarakat, kredibel, dan merakyat (egaliter).

Citra dan personalitas pemimpin memang dapat dibantu dibentuk proses branding. Inilah yang disebut sisi gelap kampanye virtual, media sosial mampu memoles calon sehingga ia tidak original lagi. Bopeng-bopeng yang ada di wajahnya sudah ditutup dengan topeng sehingga semua tampak mulus adanya.

Pemilih hendaknya tetap cermat melacak jejak digital calon kepala daerah. Jangan tertipu dengan penampilan semu selama kampanye virtual, apalagi ia memakai topeng, jika tidak mau sengsara selama lima tahun ke depan.

 



Berita Lainnya
  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?

  • Buku yang Menakutkan

    27/12/2025 05:00

    Ia sekaligus penanda rapuhnya kesadaran demokrasi dalam praktik bernegara kita.