Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
YOUTUBE menjadi platform daring yang paling sering digunakan pengguna di Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun. Laporan Hootsuite (We are Social) 2020 menyebutkan persentase pengguna yang mengakses Youtube mencapai 88%, disusul Whatsapp 84%, Facebook 82%, dan Instagram 79%.
Rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk mengakses sosial media selama 3 jam 26 menit. Total pengguna aktif sosial media sebanyak 160 juta atau 59% dari total penduduk Indonesia.
Media sosial berupa layanan jejaring sosial tidak lagi sekadar untuk meluaskan pertemanan, tapi sudah digunakan untuk kepentingan bisnis. Selama masa pandemi covid-19, Youtube bertambah fungsi menjadi saluran yang dipilih warga dunia untuk mengikuti ibadah secara streaming.
Penambahan fungsi untuk kegiatan keagamaan itulah yang mendorong kerinduan publik agar Youtube menjadi sarana istimewa untuk membangun peradaban kasih.
Peradaban kasih hanya bisa dibangun di atas fondasi etis. Sayangnya, sampai saat ini, belum ada regulasi etika pengguna Youtube maupun saluran media sosial lainnya.
Etika sangat penting agar semua pengguna media baru berada dalam frekuensi tanggung jawab yang sama. Apalagi, kemunculan media baru itu turut memperkuat pilar demokrasi yang sudah dibangun media tradisional sebelumnya. Pilar keempat demokrasi.
Penyusunan etika media baru itu bisa merujuk pada etika yang diterbitkan Norwegian Press Association. Isinya antara lain, membuat konten adalah bagian dari kebebasan berpendapat, tetapi kebebasan itu juga menghargai perbedaan.
Media sosial itu hanyalah saluran komunikasi yang hakikatnya ialah tindakan moral: orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Paling utama bagi pembuat konten ialah buanglah dusta dan berkatalah benar.
Ironisnya, dusta yang dibungkus dalam sebutan prank di Youtube kian menjamur dan justru paling digemari. Prank berisi video jahil, berbuat jahil kepada orang lain dengan tujuan untuk menjadi bahan canda. Pembuat video prank meraih keuntungan ekonomi di atas penderitaan orang yang dijadikan materi candaan.
Bercanda tentu ada batasnya, melampaui batas berurusan dengan polisi. Itulah nasib yang dialami Edo Putra asal Palembang. Ia ditangkap polisi pada 2 Agustus.
Video berjudul Prank Bagi-Bagi Daging ke Emak-Emak Isinya Sampah itu memang viral. Tiga hari setelah ditayangkan di Youtube pada 30 Juli, video itu ditonton 939.821 kali.
Edo tidak mau belajar dari kasus Ferdian Paleka yang ditangkap polisi pada 8 Mei. Ferdian ditangkap setelah videonya viral. Isi video itu ialah membagi sembako berisi sampah dan batu kepada waria di Bandung pada 3 Mei.
Sudah banyak kasus prank berujung di kantor polisi. Ada prank diculik pria bertopeng di Makassar, prank suami hilang di Bali, prank pocong duduk di Gowa, dan prank pocong di Semarang.
Tanpa panduan etika, Youtuber tinggal menunggu waktu masuk bui. Ancaman hukumannya tidak main-main, 12 tahun penjara untuk pihak yang melanggar larangan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
Konten video-video yang melampaui batas etis itu dibuat hanya untuk kepentingan popularitas pembuat yang ujungujung duit. Mantra yang wajib diucapkan seorang Youtuber di akhir video ialah jangan lupa klik, like, comment, share, dan subscribe.
Subscribe, berlangganan, menjadi dewanya Youtube sama seperti rating di televisi. Berhamba kepada subscribe dan rating penyebab kualitas konten diabaikan penuh kesadaran.
Terus terang, atas nama duit, Youtube kian menjauhi nawaitunya. Meski demikian, ternyata, masih ada youtuber yang tekun menapaki jalan sunyi idealisme. Mereka ialah Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez dari SkinnyIndonesian24 yang memilih meninggalkan Youtube tahun depan atas nama idealisme.
Dalam video berjudul Tahun Terakhir di Youtube, Jovial menyebut sistem Youtube sekarang berbeda. Dulu, kata Jovial, Youtube memberikan suara yang tidak bersuara. “Youtube dulu keren, sekarang hanya bisnis.”
Sebagai bisnis, youtuber menghalalkan segala cara termasuk prank yang menjadi budaknya subscribe. Sepanjang pembuat konten berhamba kepada subscribe, Youtube tak akan bisa menjadi peradaban kasih.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.
SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.
ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik
SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.
SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved