Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Omnibus Law

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/1/2020 05:10
Omnibus Law
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

NIATAN pemerintah menyederhanakan peraturan perundangan untuk menarik lebih banyak investor datang ke Indonesia ternyata direspons berbeda. Ribuan buruh melakukan demonstrasi menentang rencana pemerintah mengajukan omnibus law ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Dasar demonstrasi penentangan itu ialah rancangan undang-undang yang diterima serikat pekerja yang dianggap akan merugikan tenaga kerja. Kementerian Koordinator Perekonomian yang bertanggung jawab merumuskan RUU Cipta Lapangan Kerja ternyata belum selesai merumuskan rancangan yang akan diajukan ke DPR.

Ada dua hal yang bisa dipetik dari kejadian itu. Pertama, kita terlalu mudah untuk termakan isu. Begitu menerima isu, kita tidak pernah mencoba mencari tahu duduk perkara dari persoalan, tetapi langsung bereaksi.

Inilah yang membuat mengapa demokrasi yang sudah lebih dari dua dekade kita jalankan tidak membuat kita sebagai bangsa menjadi lebih cerdas. Demokrasi sekadar ditangkap dari sisi kebebasannya tanpa mau mendalami kebebasan itu sebenarnya untuk apa.

Sepanjang kita hanya mementingkan sisi freedom from, tetapi tidak pernah mau peduli pada sisi freedom for, orang akan takut untuk masuk ke Indonesia. Investor lebih memilih masuk ke Tiongkok yang tidak mengenal demokrasi daripada Indonesia yang menerapkan demokrasi karena yang lebih diutamakan para investor ialah kepastian.

Namun, hal kedua yang perlu menjadi perhatian ialah sosialisasi dari rencana kebijakan harus menjadi tabiat kita bersama. Kita harus mengajak semua komponen bangsa membicarakan berbagai kebijakan yang hendak kita keluarkan agar tidak menjadi bola liar yang tidak perlu.

Sistem demokrasi memang lebih melelahkan karena setiap kali harus mendengarkan suara publik. Akan tetapi, itu risiko dari pilihan kita memilih jalan demokrasi. Kita harus membangun konsensus bersama agar setiap langkah yang diambil tidak menimbulkan salah prasangka.

Semua negara demokrasi harus melakukan hal itu. Setiap kebijakan yang hendak dikeluarkan harus terlebih dulu dilempar ke masyarakat. Kelompok yang mendukung dan yang menentang harus diedukasi dan dijelaskan latar belakang dikeluarkan kebijakan itu agar masyarakat menjadi lebih paham.

Baru setelah proses sosialisasi itu disampaikan, kebijakan itu ditetapkan. Bahwa kemudian masih ada yang keberatan, mungkin saja terjadi. Namun, demi kepentingan yang lebih besar, pemerintah harus jalan dengan kebijakan yang sudah ditetapkan.

Kembali kepada omnibus law sendiri, itu merupakan sesuatu yang harus kita lakukan. Kita tidak bisa terus membiarkan banyak warga bangsa ini tidak mempunyai pekerjaan. Negara ini harus mengupayakan agar semua warga bangsa ini menjadi orang produktif.

Kita pantas berkaca kepada Thailand untuk membuat rakyatnya tidak menganggur. Ibaratnya semua investasi diizinkan masuk sepanjang mereka mau mempekerjakan orang Thailand. Tidak usah heran apabila angka pengangguran di Thailand pada awal 2020 hanya 1,1%.

Serikat pekerja seharusnya ikut memikirkan bagaimana agar lebih banyak orang Indonesia bekerja. Jangan biarkan ada satu orang pun di sekitar kita yang menganggur. Kita harus ingat bahwa manusia itu merupakan homo faber. Manusia itu baru menjadi manusia yang sesungguhnya apabila mempunyai pekerjaan.

Agar setiap orang mempunyai pekerjaan, tidak bisa tidak harus ada investasi. Hanya dengan masuknya modal dalam kegiatan usaha akan terbuka lapangan pekerjaan.

Tentu kita setuju bahwa setiap pekerja harus mendapatkan kehidupan yang layak. Namun, semua itu harus dilihat sebagai sebuah proses. Bukan sesuatu yang sekali jadi. It's take two to tango, harus ada sikap saling percaya dan saling menghormati antara pekerja dan pemberi kerja.

Sekarang ini salah satu yang membuat pengusaha takut berinvestasi ialah urusan ketenagakerjaan. Tanpa adanya sikap saling percaya dan saling menghormati tidak mungkin ada yang namanya harmoni. Tanpa ada suasana harmoni tidak mungkin ada pengusaha yang berani mempertaruhkan modalnya. Tanpa ada investasi tidak mungkin ada lapangan kerja dan otomatis tidak akan ada kesejahteraan. Lingkaran setan inilah yang ingin diputus oleh omnibus law.

 



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.