Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Kartu TNI

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
08/10/2019 05:30
Kartu TNI
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

PERINGATAN Hari Tentara Nasional Indonesia 5 Oktober lalu di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma berlangsung meriah. Presiden Joko Widodo dalam amanatnya menjanjikan menambah anggaran TNI, baik untuk alat utama sistem persenjataan maupun kesejahteraan prajurit.

Peningkatan kesejahteraan prajurit merupakan sesuatu yang penting dilakukan. Zaman Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Jenderal M Jusuf, kesejahteraan prajurit yang paling diperhatikan. Persenjataan angkatan perang kita boleh ketinggalan dari angkatan bersenjata negara lain. Akan tetapi, dengan tentara yang lebih terjamin kehidupan keluarganya, moral prajurit tidak kalah jika dibandingkan dengan tentara negara lain.

Kesejahteraan prajurit dan keluarganya harus diperhatikan betul oleh negara. Amerika Serikat ialah model negara yang pantas untuk dicontoh. Masyarakat Amerika sangat menghormati yang namanya tentara dan veteran mereka. Semua tahu bahwa yang membuat bangsa Amerika bisa hidup nyenyak dan tidak terganggu oleh ancaman dari luar ialah tentara.

Penghormatan kepada tentara dan veteran dipraktikkan dalam berbagai kehidupan masyarakat. Apabila hendak boarding pesawat, misalnya, penumpang pertama yang dipanggil bukanlah pemegang kartu platinum perusahaan penerbangan, melainkan para prajurit atau veteran perang.

Demikian pula untuk berbagai pertunjukan atau pertandingan olahraga. Yang namanya tentara atau veteran itu diberikan tempat khusus. Bahkan, sebelum pertandingan bisbol atau saat jeda pertandingan, ada penghormatan khusus bagi tentara dan veteran, dan para penonton memberikan standing ovation kepada mereka.

Ada baiknya kita memberikan penghormatan yang sama kepada tentara dan veteran Indonesia. Bentuk perhatian itu tidak harus dalam bentuk materi, tetapi pengakuan atas jasa-jasa yang diberikan tentara dan veteran kepada negara ini.

Tentu akan lebih baik apabila negara memberikan tunjangan kepada keluarga tentara. Seperti keluarga tentara di negara-negara maju, mereka bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah daripada harga pasar.

Ide Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahkan lebih riil. Ia mengusulkan diberikannya kartu TNI kepada anggota TNI aktif yang bisa digunakan untuk membeli bahan kebutuhan pokok bagi keluarganya.

Dengan jumlah anggota TNI yang hanya sekitar 400 ribu prajurit, sebenarnya tidak besar juga anggaran yang dibutuhkan. Apabila kartu TNI diisi Rp500 ribu sampai Rp1 juta, paling banyak hanya Rp400 miliar per bulan tunjangan bagi keluarga tentara. Dengan membeli di toko-toko bahan pokok atau kebutuhan sekolah anak-anak prajurit yang memberikan diskon khusus, nilainya sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarga tentara.

Perhatian kepada kesejahteraan prajurit bukanlah tindakan pilih kasih karena tidak semua warga negara mau menjadi tentara. Tidak banyak warga siap menyerahkan jiwa dan raganya untuk Tanah Air. Bentuk kepedulian seperti ini sudah dilakukan negara kepada kelompok keluarga miskin. Program Keluarga Harapan yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari keberpihakan negara kepada warga yang termarginalisasikan.

Secara ekonomi kebijakan ini sangat baik untuk memompa daya beli masyarakat. Model pemberian subsidi langsung akan menggerakkan perekonomian nasional. Bahkan, dampak tidak langsungnya ialah semakin terciptanya keamanan dan ketenangan di tengah masyarakat.

Selama ini terkesan negara lebih peduli kepada mereka yang sudah mendapatkan privilese. Anggota DPR yang baru mengakhiri masa tugasnya dan mengabdi 5 tahun kepada negara mendapatkan 'uang pesangon' sampai Rp6,2 miliar. Mereka masih mendapatkan uang pensiun sekitar Rp3,8 juta setiap bulan.

Kesenjangan itulah yang sering menimbulkan kekecewaan. Akibat lebih jauh berpengaruh kepada kinerja. Mereka kemudian bekerja apa adanya dan bahkan terpaksa harus mencari pendapatan tambahan untuk kebutuhan keluarga mereka.

Pada prajurit, hal-hal seperti itu akhirnya bisa merusak integritas dan bahkan nama baik korps. Mereka harus bekerja pada pekerjaan yang bukan tugas dan keterampilannya. Ibarat spiral, gerakannya turun ke bawah dan akhirnya mengganggu mentalitas dan moralitas prajurit.

Sekarang ini kesempatan emas bagi Presiden Jokowi untuk mengubahnya. Apalagi sekarang negara mempunyai kemampuan lebih untuk menyejahterakan para pegawainya. Dengan anggaran negara tahun depan lebih dari Rp2.233 triliun, sepantasnya prajurit mendapatkan kesejahteraan lebih baik.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)