Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Buah Keramahan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
27/5/2019 05:10
Buah Keramahan
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI)

BERIKUT ini fakta menyenangkan, berkembang apresiasi untuk Polri yang dibantu TNI dalam menjaga keamanan dan ke­tertiban ketika terjadi demonstrasi pekan lalu.

“Bapak tinggal di mana?” Tanya seorang kawan kepada anggota Polri yang bertugas di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

“Di hotel, Bu.”

“Bagus dong.”

“Di parkirannya juga hotel, Bu,” jawab polisi itu dengan nada bercanda, tapi tegas.

Tawa pun pecah. Di tengah ketegangan karena khawatir terhadap aksi demonstrasi, petugas dapat mencairkan dengan canda tawa.

Percakapan itu terjadi di hari ketika sebagian warga berunjuk rasa di Bawaslu. “Polisi itu ramah. Tidak seperti polisi di masa lalu,” kata seorang kawan.

Kawan itu bersama dua kawan perempuan lainnya datang menyapa polisi. “Keramahan polisi itu bukan hasil instan. Mereka tentu hasil didikan.”

Dalam  perjalanan ke Sukabumi, Sabtu (25/5), kawan itu menceritakan kenyataan yang lain lagi yang dilihatnya hari itu. “Di Polres Jakarta Barat banyak karangan bunga ucapan apresiasi.”

Bukan hanya di Polres Jakarta Barat, menurut detik.com (24/5), karangan bunga juga berjejer di Asrama Brimob Petamburan. Warga mengucapkan terima kasih karena polisi menangkap 183 perusuh. ‘Terima kasih, Pak Polisi, udah jagain kita semua’, tulisan di sebuah karangan bunga.

Demikianlah bersemi rasa aman di dalam hati warga berkat ke­siagaan Polri dibantu TNI. Sepatutnya orang bertanya, kekacauan macam apa yang terjadi di negeri ini bila Polri yang dibantu TNI tidak menjaga keamanan dan ketertiban dengan ramah?

Keramahan itu faktor utama yang mengatasi masalah di lapangan sehingga tidak terjadi konflik otoritas penanggung jawab keamanan dan ketertiban dengan kebebasan warga berekspresi yang berkemungkinan ada yang bertingkah laku tidak berdisiplin, yang tidak taat hukum.

Unjuk rasa itu hal yang seyogianya tidak perlu terjadi. Pilpres ialah wadah konstitusional untuk kita semua meng­usahakan perubahan yang efektif dan damai, bersandar pada cara-cara yang sah. Kenapa terjadi keraguan terhadap lembaga negara (KPU, Bawaslu, MK)?

Semua institusi negara itu dan orang-orang yang duduk di institusi itu merupakan produk kekayaan demokrasi, hasil bentukan dan pilihan pemerintah dan DPR. Kenapa menyangkut pilpres timbul ketidakpercayaan? Kenapa menyangkut pileg semua bisa menerima atau bila pun menolak keputusan KPU, menempuh cara-cara konstitusional melalui MK?

Terjadi ambiguitas, padahal pilpres dan pileg diselenggarakan serentak. Bukan hanya ambiguitas, juga terjadi kemunduran moral politik dalam berdemokrasi yang coba ditutupi dengan pernyataan yang menggampangkan persoalan, bahwa people power yang dimaksud ialah people power enteng-entengan.

Terima kasih kepada Polri yang dibantu TNI, yang sekalipun ramah, tidak menganggap enteng people power yang katanya enteng-entengan itu.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.