Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
REVOLUSI kadang memunculkan wajah paradoks sebab harapan dan kengerian bisa saling bertemu di situ. Benar, peringatan ini; revolusi kerap memakan anak kandungnya sendiri. Revolusi sosial pada perang kemerdekaan agaknya menjadi contoh betapa perubahan radikal itu menjadi pembenar mereka yang merasa paling berhak memiliki Republik.
Dengan berbekal prasangka, mereka bisa menghabisi siapa saja yang dianggap musuh, termasuk pembela setia Republik. Amir Hamzah, sang 'Republikan’ tulen itu hanya salah satu anak kandung revolusi yang menjadi korban. Sosok yang diberi predikat 'Raja Penyair Pujangga Baru’ itu, lewat sastra, bahasa, dan aktivitas kepemudaannya gigih menyuarakan kemerdekaan Indonesia.
Bangsawan Langkat yang merakyat ini tak segan mengajar di sekolah-sekolah bumiputera, seperti Perguruan Rakyat, Taman Siswa, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia meyakini kemerdekaan bisa dicapai jika masyarakat cukup mendapat pengetahuan. Namun, apa pun ikhtiar sang nasionalis ini untuk Indonesia, ningrat darahnya dianggap salah satu dosanya.
Ia masuk daftar pemuda sosialis di Langkat, salah satu yang harus dihabisi. Dalam semangat melawan pemerintah kolonial Belanda, bahkan setelah kemerdekaan dicapai, Amir dipancung para Pemuda Sosialis Indonesia pada revolusi sosial di Kwala Begumit, Sumatra Timur (kini Sumatra Utara), pada 20 Maret 1946.
Sebelumnya, selama dua pekan Amir dan beberapa keluarga Sultan diculik dan disiksa. Ijang Widjaja, sang algojo, ialah mandor kebun, guru silat Kesultanan Langkat, yang amat disayang Amir. Tak ada teman, tak ada majikan. Permintaan Amir supaya ia tak dibunuh sebab 'nanti Republik yang dipersalahkan' tak digubris. Ijang harus membunuh sosok yang dihormatinya itu.
Menolak artinya ia yang akan dihabisi. Jasad penyair kelahiran Tanjung Pura, Langkat, 28 Februari 1911 itu baru ditemukan di sebuah kebun pisang tiga setengah tahun kemudian setelah pemerintah pusat turun tangan. Jasad Amir berada dalam satu lubang dengan delapan korban revolusi lainnya.
Sebagai keluarga Sultan Langkat, Amir mempunyai gelar Pangeran Langkat Hulu. Namun, ia juga asisten residen setingkat bupati di Binjai yang mewakili pemerintahan Indonesia. Dua dunia dan dua kaki inilah yang membuat pemuda sosialis tak memberinya ampun. Ia tetap dicap pembela Belanda.
Tahun-tahun itu memang telah menulai popularitas dari kepenyairannya. Bersama Armijn Pane dan Sutan Takdir Alisyahbana, Amir mendirikan majalah Poejangga Baroe. Ia penganjur yang gigih agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan. Kumpulan sajaknya, Nyanyi Sunyi, Buah Rindu, dan karya terjemahannya, Setanggi Timur, memang telah dikenal luas di kalangan kaum terpelajar.
Dalam sebuah mahkamah, Ijang dipersalahkan dan divonis 20 tahun penjara. Namun, hanya dua tahun di penjara, berkat lobi 'orang-orang kiri’, pada 1950 ia dibebaskan. Alasannya, perbuatan Ijang melakukan pembunuhan karena perjuangan. Namun, meski bebas, empat tahun kemudian Ijang meninggal mengenaskan.
Setelah bebas dari penjara ia tetap hidup terkungkung dalam sebuah kamar tertutup. Ia dianggap gila. Perasaan bersalah yang ada tak habis-habis selalu menghantuinya. Amir Hamzah ditahbiskan sebagai pahlawan nasional pada November 1975. Kiprahnya bisa dibaca dalam banyak buku, antara lain Amir Hamzah:
Pangeran dari Seberang (Nh Dini), Kenangan Masa: Mengenang Pribadi Pujangga Amir Hamzah (Saidi Husny), Amir Hamzah sebagai Manusia dan Penyair (Abrar Yusra), Penemuan Pusara Pujangga Amir Hamzah (Zainuddin Hamid Rokyoto), T. Amir Hamzah (Danil Ahmad), Biografi Sejarah Pujangga dan Pahlawan Nasional Amir Hamzah (Tengku MH Lah Husny), Pahlawan Nasional Amir Hamzah (Sagimun MD), Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru (HB Jassin), Tengku Amir Hamzah: Tokoh Pergerakan Nasional, Konseptor Sumpah Pemuda, Pangeran Pembela Rakyat (Djohar Arifin Husin), dan yang terbaru Paradoks Amir Hamzah (Tim Majalah Tempo).
Tahun ini ada empat nama yang ditahbiskan menjadi pahlawan nasional, yakni almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid NTB), almarhumah Laksamana Malahayati (Aceh), Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepri), dan almarhum Lafran Pane, pendiri HMI, (DI Yogyakarta). Sedikitnya kini ada 173 nama sebagai pahlawan nasional.
Namun, Amir Hamzah pahlawan tak biasa. Ia nama yang penuh ironi. Revolusi membuatnya tak berkompromi dengan yang tak sepenuhnya tegas. Ia salah satu korbannya.*
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved