Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Kepala Daerah tidak langsung dinilai minim manfaat dan berpotensi memasifkan calon tunggal di sejumlah daerah Indonesia. Kondisi ini jelas sangat merugikan dan terkesan membunuh stabilitas demokrasi negara. Pengamat Politik Citra Institute, Efriza mengatakan kepala daerah dengan kinerja yang baik bisa tersingkir dengan adanya wacana tersebut.
Ia menilai pilkada tidak langsung sudah tidak layak untuk diterapkan di Indonesia. Sebab negara pernah gagal menerapkan sistem pilkada tak langsung saat era Orde Baru (Orba) di bawah kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto.
Nama-nama seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dinilai bisa tersingkir dengan orang-orang pilihan elite politik.
"Jika diterapkan pilkada tidak langsung tidak ada lagi yang bisa menunjukkan elektabilitas, itu potensi calon tunggal bisa semakin banyak bisa jadi kecenderungan itu besar," ucap Efriza, Jakarta, Senin (12/1).
Efriza menjelaskan, pilkada tidak langsung juga berpotensi semakin memahalkan anggaran pemilu karena maraknya praktik politik transaksional.
Menurutnya, demokrasi di Indonesia bisa lebih elitis dan berpihak hanya pada kepentingan partai politik. Hal ini jelas sangat merugikan rakyat yang tidak lagi bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah.
"Jelas manfaat demokrasi bisa lebih elitis dan tidak berpihak pada rakyat, lebih kepada kepentingan partai politik dan negara bisa lebih mundur jika diserahkan kepada elite," kata Efriza.
Efriza mempertanyakan urgensi dari wacana pilkada tidak langsung yang diusung pemerintah. Ia menilai wacana tersebut sangat berbanding terbalik dengan pilkada langsung yang masih bisa dikontrol oleh masyarakat.
Pada sistem pilkada langsung, masyarakat bisa langsung merasakan dampak positif dari para calon pemimpin daerah lewat beragam kampanye seperti pembagian sembako, dan agenda-agenda lainnya.
Hal tersebut cenderung menghilang jika pilkada tidak langsung diterapkan dalam sistem politik Indonesia. Sehingga masyarakat tidak lagi bisa merasakan kegiatan positif dari calon kepala daerah.
"Transaksionalnya itu bisa lebih mahal, dan itu tidak akan bisa dirasakan oleh masyarakat. Kita bisa melihat masyarakat masih merasakan hal yang terbaik (dari pilkada lansung)," tuturnya.
Efriza menegaskan, pilkada tidak langsun sama sekali tidak relevan diterapkan dalam sistem politik Indonesia. Masyarakat cenderung tidak akan dilibatkan dalam proses pilkada tidak langsung.
"Bayangkan jika pilkada tidak langsung, apa manfaatnya untuk masyarakat? Bisa jadi tidak perlu melibatkan masyarakat, tidak perlu hadir ke masyarakat," pungkas Efriza. (Cah/P-3)
Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, pada Senin (23/2), mengakibatkan 23 penumpang mengalami luka ringan.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari proyektil peluru hingga rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku penembakan di rumah anggota DPRD Jateng.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi guna memperkaya referensi dalam penyusunan regulasi baru.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Wamendagri Akhmad Wiyagus minta kepala daerah aktif percepat eliminasi TBC 2030. Indonesia tercatat peringkat kedua kasus tertinggi dunia.
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi.
Tepat satu tahun memimpin Kota Sukabumi, Ayep Zaki menorehkan sejumlah capaian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved