Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal, DPRD Kaltim Minta Pengawasan Alur Sungai Dievaluasi

Rahmatul Fajri
10/3/2026 15:16
Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal, DPRD Kaltim Minta Pengawasan Alur Sungai Dievaluasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis menyayangkan kembali terjadinya tabrakan kapal terhadap Jembatan Mahakam I. Menurutnya, hal tersebut membahayakan keselamatan masyarakat. 

“Saya menyayangkan kejadian tabrakan kapal ke Jembatan Mahakam ini. Tak hanya karena berbahaya terhadap keselamatan pengguna jembatan dan awak kapal, namun juga kurang baik untuk citra Provinsi Kalimantan Timur,” ujar politisi yang akrab disapa Nanda itu, melalui keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau seluruh pihak, khususnya otoritas yang berwenang, untuk segera mengambil langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terus berulang.

“Saya harap ke depannya tak terulang. Karenanya saya menghimbau semua pihak, terutama otoritas terkait untuk mengambil tindakan dan membuat strategi mitigasi terbaik,” ujarnya.

Insiden tabrakan kembali terjadi di Jembatan Mahakam I pada Minggu (8/3/2026) malam. Sebuah kapal jenis SPOB (Self Propelled Oil Barge) dilaporkan menabrak salah satu pilar jembatan tertua di ibu kota Kalimantan Timur tersebut sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang diambil warga dari lantai atas HARRIS Hotel Samarinda. Dalam rekaman tersebut terlihat kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menabrak struktur jembatan lalu terus melaju meninggalkan area sekitar.

Insiden ini menambah daftar panjang tabrakan kapal terhadap Jembatan Mahakam I. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak April 2025 hingga awal Maret 2026, jembatan tersebut telah ditabrak sebanyak 23 kali, mayoritas oleh tongkang pengangkut batu bara maupun kayu.

Pada April 2025 lalu, tabrakan sempat menyebabkan kerusakan signifikan pada pilar keempat jembatan. Dengan kejadian terbaru pada 8 Maret 2026 yang melibatkan kapal SPOB, jumlah insiden tabrakan kini tercatat mencapai 24 kali.

Hingga Minggu malam, otoritas terkait seperti kepolisian perairan maupun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda belum memberikan keterangan resmi terkait tingkat kerusakan pilar maupun identitas kapal yang terlibat.

Di sisi lain, laporan dari lapangan menyebutkan kapal SPOB tersebut sudah tidak ditemukan di sekitar lokasi tidak lama setelah kejadian. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait tanggung jawab pihak pemilik kapal atas insiden tersebut. (H-2)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya