Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wali Kota Sukabumi nomor urut 2, Ayep Zaki, menegaskan komitmennya untuk menyerap aspirasi warga dan memerjuangkan kehidupan layak bagi seluruh warga Kota Sukabumi.
Demikian ditekankan Anggota Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP Partai NasDem itu saat menyapa warga dan botram (makan bersama) masyarakat Desa Sukakarya.
"Safari politik ini rutin saya lakukan untuk menyapa warga dan mendengarkan aspirasi mereka. Pada umumnya, warga menginginkan BPJS gratis, pengentasan pengangguran, serta kemudahan dalam akses pendidikan," kata Ayep Zaki, Kamis (10/10).
Baca juga : 7 Rekomendasi Pilkada NasDem Jabar, Ayep Zaki untuk Kota Sukabumi
Ayep melanjutkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan masih banyak keluarga di Sukabumi yang kurang mampu. Hal ini lanjut dia harus segera diselesaikan agar warga Sukabumi bisa hidup layak dan tidak hidup dalam kesusahan.
Ayep Zaki juga mengungkapkan bahwa potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Sukabumi masih bisa ditingkatkan tanpa harus menaikkan pajak.
"PAD (Pendapatan Asli Daerah) Sukabumi saat ini sekitar 3,77 persen dari PDBR (Produk Domestik Regional Bruto), berdasarkan data yang saya dapatkan di tahun 2022. Ini masih bisa dioptimalkan tanpa menaikkan pajak sekurang-kurangnya minimal lima persen atau lebih dari PDBR Kota Sukabumi, karena pajak diatur undang-undang dari pusat, dan daerah tidak bisa sembarangan. Kita hanya perlu memaksimalkan potensi yang ada," papar Ayep Zaki.
Baca juga : Ayep Zaki Serahkan Berkas Pendaftaran Cawalkot Sukabumi ke Gerindra
Putra asli Sukabumi yang sukses menjadi pengusaha kelas international ini juga menekankan pentingnya membersihkan Sukabumi dari praktik pungutan liar (pungli) yang sering dikeluhkan para pengusaha.
"Para pengusaha Sukabumi komitmen membayar pajak sesuai aturan, tapi mereka tidak menginginkan adanya pungli. Jadi, pajak yang dibayarkan langsung kepada rakyat tanpa ada pungli akan mendukung pembangunan daerah yang lebih baik," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang jujur, amanah, cerdas, dan komunikatif.
"Kita butuh pemimpin yang memiliki sifat-sifat Rasulullah, yakni sidiq, amanah, fatonah, dan tabligh. Itulah yang diinginkan masyarakat, dan itulah yang akan saya perjuangkan untuk Kota Sukabumi," pungkasnya.
Dalam masa kampanyenya ini H. Ayep Zaki terus mendapatkan dukungan dari warga Sukabumi yang berharap dia dapat mewujudkan janji-janji tersebut jika terpilih sebagai Wali Kota Sukabumi. (Z-6)
Wakaf yang dikelola secara profesional dan produktif akan memberikan dampak jangka panjang.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi.
HARGA daging ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai terpantau naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Tepat satu tahun memimpin Kota Sukabumi, Ayep Zaki menorehkan sejumlah capaian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved