Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Su Yiming dan Lucas Braathen: Simbol Keajaiban di Olimpiade Musim Dingin 2026

Media Indonesia
19/2/2026 16:38
Su Yiming dan Lucas Braathen: Simbol Keajaiban di Olimpiade Musim Dingin 2026
Ilustrasi(olympics.com)

 

Dua atlet muda, Su Yiming dari Tiongkok dan Lucas Braathen yang mewakili Brasil, mencuri perhatian dunia setelah mencatatkan sejarah besar pada hari ke-12 Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano-Cortina, Kamis (19/2). Keduanya menjadi simbol bahwa semangat olahraga mampu melampaui usia dan batasan geografis.

Su Yiming merayakan ulang tahunnya yang ke-22 dengan cara yang paling spektakuler. Ia berhasil meraih medali emas di cabang snowboard slopestyle putra setelah melakukan lompatan teknis yang nyaris sempurna di lintasan salju Italia. Kemenangan ini sekaligus menambah koleksi medali emas bagi kontingen Tiongkok yang kini mulai merangkak naik ke posisi 12 klasemen sementara.

"Ini kado ulang tahun terbaik dalam hidup saya. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa dengan kerja keras, segalanya mungkin," ujar Su Yiming.

Emas Pertama untuk Negara Tropis

Kejutan terbesar di edisi 2026 ini datang dari Lucas Braathen. Turun di nomor Giant Slalom putra, Braathen secara mengejutkan mengalahkan favorit juara dari Austria dan Swiss. Kemenangan ini sangat bersejarah karena merupakan medali emas pertama yang pernah diraih oleh negara tropis (Brasil) dan negara Amerika Latin dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin.

Braathen, yang memiliki latar belakang budaya campuran, memilih membela Brasil untuk membuktikan bahwa bakat di olahraga musim dingin bisa datang dari mana saja, bahkan dari negara yang tidak memiliki salju alami sekalipun.

Klasemen Papan Atas (19 Februari 2026)

Peringkat Negara Emas Total
1 Norwegia 15 33
2 Italia (Tuan Rumah) 9 22
3 Amerika Serikat 8 28

Hingga saat ini, Norwegia masih mendominasi perolehan medali secara keseluruhan. Namun, keberhasilan atlet seperti Su Yiming dan Lucas Braathen memberikan warna baru dan membuktikan bahwa Milano-Cortina 2026 adalah panggung inklusivitas bagi dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya