Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Seleknas PBSI 2026: Eng Hian Pastikan Proses Objektif dan Terukur

Cahya Mulyana
29/1/2026 20:49
Seleknas PBSI 2026: Eng Hian Pastikan Proses Objektif dan Terukur
Bendera PBSI.(Antara)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) kembali membuka gerbang menuju Pelatnas Cipayung melalui gelaran Seleksi Nasional (Seleknas) 2026. Ajang ini ditegaskan sebagai instrumen vital untuk menjamin regenerasi atlet dilakukan secara transparan dan berbasis prestasi.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa Seleknas merupakan bagian integral dari sistem pembinaan nasional yang berjenjang. Menurutnya, proses ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya memastikan standar kualitas atlet yang masuk ke kawah candradimuka bulu tangkis Indonesia.

"Melalui Seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi," ujar Eng Hian dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).

Kriteria ketat diberlakukan bagi para peserta. PBSI merujuk pada hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025 serta peringkat nasional per 24 Desember 2025.

Standar ini sengaja dipasang tinggi guna menjaring talenta yang tidak hanya berprestasi hari ini, tetapi juga memiliki prospek jangka panjang di level internasional. Rencananya, Seleknas 2026 akan dihelat pada 3-7 Februari mendatang di Majeh Arena Wadas, Karawang. Fokus utama seleksi tahun ini menyasar kategori taruna (U-19).

Di sisi lain, PBSI tetap memberikan apresiasi bagi atlet yang tampil dominan sepanjang tahun lalu. Tim Pemandu Bakat memutuskan tiga atlet berhak langsung menghuni Pelatnas tanpa jalur seleksi.

Mereka adalah Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri, serta duet ganda putra Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka (PB Djarum).

Konsistensi prestasi ketiganya sepanjang 2025 dinilai sudah cukup sebagai tiket masuk ke Cipayung. Terkait aturan main, PBSI memberikan fleksibilitas bagi sektor ganda untuk bertukar pasangan, selama masih dalam jajaran 16 besar nasional dan mengantongi izin tertulis dari klub asal.

Namun, PBSI menekankan sikap tegas, setiap juara Seleknas wajib memenuhi panggilan Pelatnas tanpa syarat sebagai bentuk komitmen terhadap Merah Putih. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam mempersiapkan amunisi baru untuk turnamen besar di masa depan, termasuk persiapan menuju ajang bergengsi seperti Australia Terbuka. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya