Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) langsung mematok target ambisius sebagai bagian dari evaluasi total ajang Indonesia Masters 2026. Di tengah gelombang regenerasi yang mulai membuahkan hasil, federasi kini fokus pada pematangan pemain muda menuju sasaran antara di 2026 dan puncaknya pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa capaian satu gelar juara dan satu runner-up di Istora Senayan menjadi indikator positif proses transisi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih didominasi pemain senior, wajah semifinalis hingga finalis tahun ini sepenuhnya milik barisan pemain muda.
"Tahun ini, kita melihat dari semifinalisnya, dari para pemain yang masuk semifinalis, itu jumlahnya adalah dari pemain-pemain regenerasi muda. Di mana di tahun lalu mungkin belum diperhitungkan sama sekali, tahun ini kita melihat progresnya sudah terlihat lebih baik," ujar Eng Hian.
PBSI telah menyusun cetak biru menuju Olimpiade 2028. Eng Hian menegaskan, pada akhir 2026 nanti, Indonesia harus memiliki fondasi kuat dalam peringkat dunia. Targetnya, sektor tunggal putra menempatkan setidaknya tiga wakil di jajaran 15 besar dunia, sementara ganda putra dibidik memiliki dua pasangan di posisi 10 besar.
Untuk tunggal putri, tantangan lebih berat disasar dengan mendorong para pemain muda masuk ke jajaran 30 besar tahun ini, sebelum menembus 16 besar pada masa kualifikasi Olimpiade.
"Road to Olympic sudah kita buat progresnya. Di 2026 ini, kita target utamanya adalah untuk top elite-nya yang sudah prioritas kita," tambahnya.
Evaluasi tajam juga menyasar sektor ganda. Sementara duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mampu menembus final meski akhirnya kalah 19-21 dan 13-21 dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, sorotan justru tertuju pada pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang dinilai stagnan. PBSI mengisyaratkan adanya kemungkinan perombakan pasangan jika performa tidak membaik berdasarkan target yang ditetapkan.
"Kalau memang sudah maksimal kita mencoba segala cara, tapi performa atlet ini tidak meningkat dan kita masih melihat potensi untuk bisa dikembangkan dengan pemain lain, tentunya itu akan menjadi solusi," tegas Eng Hian.
Di sektor ganda campuran, PBSI juga menuntut Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel dkk untuk segera naik kelas dari level Super 300 ke Super 500 guna menciptakan persaingan sehat menuju kualifikasi Olimpiade.
Keberhasilan Alwi Farhan yang menjadi kampiun usai menekuk wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor telak 21-5 dan 21-6, disambut hangat. Namun, PBSI menyadari tantangan nonteknis berupa ekspektasi publik dan tekanan media sosial bagi atlet muda.
Eng Hian secara khusus meminta dukungan dwri berbagai pihak untuk menjaga iklim yang kondusif. Menurutnya, proteksi terhadap mentalitas pemain muda sangat krusial agar mereka tidak terbebani oleh riuh rendah netizen. "Ini sangat membantu atlet untuk mengurangi tekanan negatif," pungkasnya. (Ndf/P-3)
PBSI menerapkan sistem baru dalam promosi dan degradasi di pelatnas, atlet bisa saja terkena degradasi dari Pelatnas tanpa harus menunggu periode tertentu
PBSI juga memanfaatkan turnamen ini sebagai momentum regenerasi.
Eng Hian menyebut pihaknya lebih memprioritaskan pengembalian performa maksimal Apri/Fadia terlebih dahulu dibandingkan berbicara tentang hasil.
Apriyani/Fadia pertama kali dipasangkan sebagai ganda putri pada awal tahun ini, namun baru melakukan debut mereka di ajang SEA Games 2021 Vietnam.
Bagi barisan pemain muda Indonesia, ajang Super 500 ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Ainur menyoroti kiprah Joaquin/Raymond yang meski gagal meraih gelar.
Sejak babak awal hingga semifinal, Raymond/Joaquin selalu bermain di lapangan dua, sementara final digelar di lapangan satu.
KONTINGEN bulu tangkis Malaysia mendominasi gelaran Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Selamatkan Muka Tuan Rumah.
Alwi Farhan menjadi juara Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah menang dengan skor 21-5, 21-6.
Kemenangan itu diraih melalui drama tiga gim yang berakhir dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-15. Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan ketangguhan mental Chen/Toh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved