Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Masters 2026 Jadi Uji Coba Aturan Baru 'Time Clock' 25 Detik

Khoerun Nadif Rahmat
07/1/2026 20:37
Indonesia Masters 2026 Jadi Uji Coba Aturan Baru 'Time Clock' 25 Detik
Logo BWF(dok.PB Djarum)

FEDERASI Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi memperkenalkan inovasi baru guna menjaga ritme pertandingan agar lebih dinamis. Aturan Time Clock 25 detik mulai diuji coba pada turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, 20–25 Januari mendatang.

Langkah ini diambil BWF untuk meningkatkan konsistensi penegakan peraturan sekaligus meminimalisasi subjektivitas wasit dalam menilai penundaan permainan di antara reli.

Melalui sistem ini, pemain, khususnya penyervis, memiliki waktu maksimal 25 detik untuk memulai servis berikutnya setelah wasit memasukkan skor reli sebelumnya.

"Melalui sistem Time Clock, pemain, khususnya server, memiliki waktu maksimal 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir. Time Clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya," tulis keterangan resmi PBSI, Rabu (7/1).

Selama durasi 25 detik tersebut, pemain diperbolehkan melakukan aktivitas mandiri seperti mengelap keringat, minum, hingga mengikat tali sepatu tanpa perlu meminta izin wasit.

Namun, BWF menegaskan bahwa penerima servis wajib mengikuti tempo server dan dilarang sengaja memperlambat jalannya laga.

Terkait teknis di lapangan, permintaan pergantian shuttlecock juga harus diselesaikan dalam batas waktu tersebut. Wasit hanya memiliki wewenang menghentikan hitung mundur jika diperlukan pengepelan lapangan dengan durasi yang lama.

Meski secara regulasi pelanggaran waktu dapat berujung pada kartu kuning hingga kartu merah, selama masa uji coba di Istora nanti, otoritas pertandingan hanya akan memberlakukan peringatan verbal (verbal warning).

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan BWF dalam pertemuan dewan (Council meeting) sebelum aturan ini ditetapkan secara permanen di seluruh turnamen sepanjang 2026.

Untuk laga yang belum menggunakan sistem Time Clock, penilaian penundaan tetap merujuk pada ketentuan lama di mana penerima harus siap mengikuti kecepatan pemain yang melakukan servis. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya