Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rybakina Tenang Hadapi Tekanan, Lolos ke Semifinal Australia Terbuka

Dhika Kusuma Winata
28/1/2026 14:02
Rybakina Tenang Hadapi Tekanan, Lolos ke Semifinal Australia Terbuka
Petenis Elena Rybakina(AFP)

ELENA Rybakina menilai ketenangan mental menjadi kunci keberhasilannya menyingkirkan petenis peringkat dua dunia Iga Swiatek dan melaju ke semifinal Australia Terbuka 2026. Petenis Kazakhstan itu menyebut pencapaiannya kali ini sebagai bagian dari rutinitas, bukan momen yang perlu dibesar-besarkan.

Rybakina mengalahkan Swiatek dua set langsung 7-5, 6-1, Rabu (28/1). Di babak semifinal, unggulan kelima tersebut akan berhadapan dengan Jessica Pegula dalam perebutan tiket ke final.

Bagi Rybakina, ini menjadi semifinal Grand Slam keempat sepanjang kariernya dan yang pertama sejak Wimbledon 2024. Ia sebelumnya sempat mencapai final Australia Terbuka pada 2023, namun harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Aryna Sabalenka.

“Saya rasa sekarang saya jauh lebih tenang ketika melangkah lebih jauh di turnamen,” kata Rybakina.

“Di awal-awal, saat itu final pertama dan Anda melaju sangat jauh, tentu emosinya lebih besar. Sekarang saya merasa hanya menjalani pekerjaan, berusaha berkembang setiap hari. Jadi ini seperti hari biasa, pertandingan biasa,” imbuhnya.

Juara Wimbledon 2022 itu tengah berada dalam performa impresif. Dalam 19 pertandingan terakhir, Rybakina meraih 18 kemenangan, dengan satu-satunya kekalahan terjadi di perempat final Brisbane awal bulan ini. Menurutnya, kepercayaan diri yang dibangun dari sejumlah laga sulit dalam beberapa turnamen terakhir sangat berpengaruh pada konsistensinya musim ini.

“Dalam beberapa turnamen terakhir, saya mendapatkan banyak kepercayaan diri lewat pertandingan-pertandingan berat,” ucapnya.

“Itu yang coba saya bawa ke musim ini. Masih banyak yang perlu diperbaiki, tetapi yang terpenting saya berusaha tetap agresif setiap ada kesempatan, bahkan jika harus sedikit mengambil risiko,” ungkapnya.

Kekalahan tersebut membuat Swiatek kembali gagal melengkapi koleksi gelar Grand Slam. Petenis Polandia itu telah memenangi empat gelar Prancis Terbuka, AS Terbuka, dan Wimbledon, namun trofi Australia Terbuka masih belum berhasil diraihnya.

“Saya tahu apa yang perlu saya perbaiki, dan itu sebenarnya sama seperti yang saya pikirkan sebelum turnamen ini,” ujar Swiatek.

“Tidak ada pelajaran besar yang benar-benar baru. Saya akan terus melakukan pekerjaan saya dan berharap di turnamen berikutnya beberapa hal bisa berjalan sesuai rencana permainan saya,” katanya.

Secara head to head, Swiatek dan Rybakina telah bertemu 11 kali, dengan Swiatek unggul tipis 6-5 sebelum laga ini. Namun, Rybakina memenangi pertemuan terakhir mereka di WTA Finals Riyadh. Swiatek sempat mematahkan servis pertama Rybakina saat petenis Kazakhstan itu hanya memasukkan satu servis pertama. Namun, Rybakina langsung membalas dan menjaga skor tetap seimbang.

Meski servisnya sempat bermasalah dan menghadapi beberapa break point, Rybakina mampu bertahan sebelum melakukan penyesuaian. Momentum berbalik ketika Rybakina tampil agresif di gim-gim akhir set pertama dan merebut set tersebut. Rekam jejaknya yang selalu menang dalam 21 laga terakhir setiap kali merebut set pembuka menjadi sinyal buruk bagi Swiatek.

Rybakina kemudian tampil dominan di set kedua, mematahkan servis lawan sejak awal dan melaju tanpa mampu dibendung hingga memastikan kemenangan.(AFP/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya