PETA persaingan tenis putri dunia kembali bergolak di awal tahun 2026. Elena Rybakina, petenis berkebangsaan Kazakhstan, sukses mengukuhkan dirinya sebagai juara baru Australian Open 2026. Kemenangan dramatis ini tidak hanya menambah koleksi gelar Grand Slam-nya, tetapi juga melambungkan kembali posisinya ke jajaran elit tiga besar dunia (World No. 3).
Dikenal dengan julukan "The Ice Queen" karena ketenangannya yang luar biasa di lapangan, Rybakina berhasil membalaskan dendam kekalahannya di final 2023 dengan menumbangkan rival beratnya, Aryna Sabalenka, dalam pertarungan tiga set yang menegangkan di Rod Laver Arena, Melbourne.
Ratu Baru Melbourne Park
Perjalanan Rybakina merengkuh trofi Daphne Akhurst Memorial Cup 2026 tidaklah mudah. Di partai final yang digelar Sabtu (31/1/2026), ia sempat tertinggal 0-3 di set penentuan. Namun, mental baja yang menjadi ciri khasnya berbicara. Rybakina bangkit, mematahkan servis Sabalenka, dan menutup laga dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.
Ini menjadi gelar Grand Slam kedua bagi petenis berusia 26 tahun tersebut, melengkapi trofi Wimbledon yang ia raih pada 2022 silam. Kemenangan ini juga mempertegas statusnya sebagai salah satu "Big Three" tenis putri saat ini bersama Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka.
Transformasi dari Moskow ke Kazakhstan
Lahir di Moskow, Rusia, pada 17 Juni 1999, Rybakina memulai karier tenisnya di klub Spartak yang legendaris. Namun, titik balik kariernya terjadi pada 2018 ketika ia memutuskan untuk berganti kewarganegaraan dan membela Kazakhstan. Keputusan ini diambil demi mendapatkan dukungan finansial dan fasilitas latihan yang lebih baik, sebuah langkah yang terbukti sangat tepat.
Di bawah bendera Kazakhstan, Rybakina menjelma menjadi monster servis yang menakutkan. Dengan tinggi badan 184 cm, ia memiliki salah satu servis terkeras dan paling akurat di tur WTA, sering kali menjadi senjata utamanya untuk keluar dari tekanan.
Gaya Main & Rekam Jejak Prestasi
Gaya permainan Rybakina adalah definisi dari power tennis modern. Ia mengandalkan pukulan groundstroke yang datar dan keras dari garis belakang. Berbeda dengan banyak petenis yang ekspresif, Rybakina jarang menunjukkan emosi, baik saat mencetak winner maupun saat melakukan kesalahan sendiri. Sikap dingin inilah yang sering membuat lawan kesulitan membaca mentalitasnya.
Sebelum menjuarai Australian Open 2026, Rybakina menutup musim 2025 dengan gemilang dengan menjuarai WTA Finals di Riyadh, yang memberinya hadiah uang tunai fantastis—jika dikonversikan mencapai puluhan miliar dalam Mata Uang Rupiah.
Biodata Singkat Elena Rybakina
| Nama Lengkap | Elena Andreyevna Rybakina |
| Tempat, Tanggal Lahir | Moskow, 17 Juni 1999 (Usia 26 Tahun) |
| Kewarganegaraan | Kazakhstan (sejak 2018) |
| Tinggi Badan | 184 cm |
| Peringkat WTA | No. 3 Dunia (Per Februari 2026) |
| Pelatih | Stefano Vukov |
| Gelar Grand Slam | Wimbledon (2022), Australian Open (2026) |
| Kekuatan Utama | Servis Keras (Ace Queen), Flat Groundstroke |
Kini, dengan trofi Australian Open di genggaman dan kembalinya ia ke peringkat 3 dunia, Elena Rybakina mengirimkan sinyal bahaya bagi para pesaingnya. Musim 2026 baru saja dimulai, dan sang Ratu Es tampaknya belum berniat untuk mencairkan dominasinya.
