Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sempat Jeda demi Kesehatan Mental, Elina Svitolina Melaju ke Semifinal Australia Terbuka

Dhika Kusuma Winata
28/1/2026 13:22
Sempat Jeda demi Kesehatan Mental, Elina Svitolina Melaju ke Semifinal Australia Terbuka
Ilustrasi(Dok WTA Tour)

ELINA Svitolina menilai keputusan mengambil jeda dari dunia tenis profesional pada tahun lalu menjadi faktor kunci yang mengantarnya melaju ke semifinal Australia Terbuka 2026. Petenis Ukraina itu mengaku, tanpa waktu rehat untuk memulihkan kondisi fisik dan mental, ia bahkan mungkin tidak akan tampil di Melbourne musim ini.

Unggulan ke-12 tersebut mencetak kemenangan mengejutkan di perempat final dengan menundukkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Coco Gauff, dua set langsung 6-1 dan 6-2, Selasa (27/1) malam.

Kebangkitan Svitolina di Australia Terbuka kali ini menjadi bukti keseimbangan antara performa dan kesehatan mental memainkan peran krusial.

Ini menjadi penampilan semifinal Grand Slam keempat sepanjang karier Svitolina. Namun, dari tiga kesempatan sebelumnya, petenis berusia 31 tahun itu belum pernah melangkah hingga final.

Svitolina mengakhiri musim 2025 lebih awal pada September lalu setelah berdiskusi dengan tim, keluarga, serta sang suami, Gael Monfils. Keputusan tersebut diambil demi memulihkan kondisi tubuh dan menjaga kesehatan mentalnya.

“Di satu sisi itu keputusan yang berat,” ujar mantan petenis peringkat tiga dunia tersebut.
“Namun kami juga menemukan banyak sisi positif. Jika saya tidak berhenti dan terus memaksakan diri tahun lalu, saya rasa saya tidak akan memulai musim ini. Saya mungkin sudah kelelahan dan bahkan belum tentu bebas dari cedera,” lanjutnya.

Keputusan rehat itu terbukti tepat. Pada turnamen pertamanya setelah kembali ke kompetisi, Svitolina langsung merebut gelar di Auckland awal tahun ini. Ia kini mencatatkan 10 kemenangan beruntun jelang duel semifinal di Melbourne Park.
Menurut Svitolina, tekanan berlebihan di level tertinggi tenis kerap menjadi pemicu cedera.

“Ketika Anda bermain di level tertinggi dan terus memaksa diri hingga batas, di situlah cedera bisa terjadi. Ketegangan menjadi terlalu besar dan tubuh akhirnya menyerah,” katanya.

“Karena itu, bagi saya penting untuk mundur sejenak. Dan saya sangat senang telah mengambil keputusan tersebut," imbuhnya.

Pada babak semifinal, Svitolina akan menantang petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka pada laga yang berlangsung Kamis (29/1) demi tiket ke partai puncak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya