Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Iga Swiatek Tetap Optimistis Hadapi Australia Terbuka 2026 meski Alami Kekalahan Beruntun

Khoerun Nadif Rahmat
12/1/2026 14:49
Iga Swiatek Tetap Optimistis Hadapi Australia Terbuka 2026 meski Alami Kekalahan Beruntun
BINTANG tenis asal Polandia, Iga Swiatek.(Dok. AFP/Julien De Rosa)

BINTANG tenis asal Polandia, Iga Swiatek, menegaskan kondisinya tetap stabil meski harus menelan kekalahan beruntun menjelang turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2026. 

Meski mengaku tubuhnya terasa "sangat pegal", petenis nomor dua dunia itu yakin bisa pulih tepat waktu sebelum turnamen pembuka Australia Terbuka 2026 tersebut dimulai di Melbourne Park, Minggu mendatang.

Dalam laga final beregu campuran United Cup di Sydney, Minggu (11/1), Swiatek harus mengakui keunggulan wakil Swiss, Belinda Bencic, dengan skor 3-6, 6-0, 6-3. Hasil minor ini menjadi kekalahan kedua Swiatek secara berturut-turut setelah sebelumnya ia ditundukkan Coco Gauff 6-4, 6-2 di babak semifinal.

Momen frustrasi sempat terlihat saat Swiatek kehilangan tujuh gim beruntun dari Bencic, termasuk kekalahan telak di set kedua tanpa balas. Pemilik enam gelar Grand Slam itu bahkan sempat membanting raket dan menitikkan air mata di akhir laga, pemandangan yang sangat jarang terlihat dari pemain sekelas dirinya.

"Semuanya baik-baik saja. Tubuh saya hanya terasa sangat lelah. Turnamen pertama di awal tahun memang memberikan beban fisik yang berbeda dibanding pertengahan musim," ujar Swiatek dikutip dari AFP.

Swiatek mengakui bahwa intensitas tinggi di ajang beregu seperti United Cup cukup menguras energinya. Pada set kedua melawan Bencic, ia merasa kehilangan ketajaman gerakan dan presisi kaki yang biasanya menjadi senjatanya di lapangan.

Statistik mencatat Swiatek melakukan 36 kesalahan sendiri (unforced errors), berbanding jauh dengan Bencic yang hanya melakukan 10 kesalahan.

Kendati demikian, ia tetap bersyukur karena Polandia akhirnya tetap keluar sebagai juara United Cup berkat kemenangan pasangan ganda campuran Katarzyna Kawa dan Jan Zielinski.

Dengan waktu yang semakin mepet, petenis berusia 24 tahun itu kini berfokus pada pemulihan fisik dan evaluasi teknis. Australia Terbuka menjadi satu-satunya gelar Grand Slam yang belum pernah diraihnya. 

Prestasi terbaiknya adalah mencapai semifinal pada tahun 2022 dan 2025, di mana tahun lalu ia dihentikan oleh sang juara, Madison Keys.

"Kami akan bekerja keras memperbaiki elemen-elemen yang tidak berjalan pekan ini. Tenis memang seperti ini, Anda harus mengikuti alurnya dan tetap melangkah," pungkas Swiatek. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya