Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia MotoGP dua kali, Francesco Bagnaia, menegaskan perlunya persatuan lebih kuat antara para pebalap dan promotor kejuaraan, Dorna Sports, demi keberlanjutan perkembangan MotoGP.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut, meski upaya menyatukan suara pebalap dalam berbagai isu semakin menguat belakangan ini.
Isu itu kembali mencuat setelah insiden serius yang menimpa Noah Dettwiler dan Jose Antonio Rueda sebelum balapan Moto3 di Malaysia.
Sejumlah pebalap kelas utama mempertanyakan keputusan penyelenggara yang melanjutkan jadwal balapan meski kedua pebalap harus mendapatkan penanganan darurat di trek akibat henti jantung, sementara grafik resmi televisi menyebut mereka sadar.
Bagnaia menjadi sosok yang paling vokal. Saat GP Valencia, ia kembali ditanya mengenai kemungkinan pembentukan serikat pebalap. Namun menurutnya, persoalan tersebut tidak sederhana.
"Sejujurnya, ini sulit. Akan selalu sulit untuk memiliki gambaran yang jelas dari luar. Semua orang bisa punya sudut pandang. Anda seorang jurnalis, jadi Anda selalu punya sudut pandang yang berbeda," kata Bagnaia dikutip dari Crash, Selasa (25/11).
“Tapi ini sulit, saya pikir sulit mengambil keputusan dalam situasi seperti ini, dan mereka mencoba mengelola semuanya dengan cara terbaik untuk pertunjukan dan untuk para pebalap," lanjutnya.
Bagnaia pun mengajak kepada seluruh pembalap MotoGP untuk lebih dekat dengan pihak penyelenggara, Dorna. Hal tersebut diperlukan untuk mengembangkan turnamen itu sendiri.
"Kita harus bersatu dengan Dorna untuk membuat kejuaraan ini bangkit lagi karena, saat ini, tidak menurun, tetapi semuanya berubah sehingga kita harus sangat bersatu untuk terus berkembang," katanya
MotoGP sendiri memiliki organisasi yang menaungi tim independen (IRTA) serta pabrikan peserta (MSMA), namun belum ada badan khusus yang benar-benar mewakili suara seluruh pebalap dalam menentukan kebijakan penting di kejuaraan. (Z-1)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Toprak Razgatlioglu, bintang balap asal Turki yang baru saja menyandang gelar Juara Dunia WSBK 2025, resmi memperkenalkan diri sebagai penggawa anyar tim Prima Pramac Yamaha.
Franco Morbidelli mencatat bahwa meskipun musim lalu memberikan banyak pelajaran positif, terutama di paruh pertama, masih ada celah besar yang harus ditutupi oleh tim teknis.
Desain livery Ducati Desmosedici GP untuk musim ini dikerjakan oleh Aldo Drudi dari Drudi Performance.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved