Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA campuran bulu tangkis Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu optimistis bisa segera bangkit dan menemukan
kembali performa terbaik mereka usai tersingkir dari Prancis Terbuka.
Langkah Jafar/Felisha dipastikan terhenti setelah gagal revans dari ganda Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dua gim
langsung 19-21 dan 17-21 di babak 16 besar Prancis Terbuka 2025, yang berlangsung di Glaz Arena, Rennes, Kamis (23/10).
"Walau kalah, tapi, hari ini, kami merasa kami bisa bermain lebih percaya diri. Pelan-pelan kami mau balik ke performa yang sempat sangat
baik beberapa bulan lalu," ungkap Felisha dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Felisha mengaku permainan mereka kali ini jauh lebih baik dibandingkan dengan pertemuan terakhir saat menghadapi ganda Thailand ini.
"Dibandingkan pertemuan pertama, kami memang tidak mau mengulanginya. Saat itu sangat jelek mainnya, secara poin jauh, secara permainan tidak keluar," ujar Felisha.
Meski merasa tampil jauh lebih baik, Felisha juga mengevaluasi permainannya yang masih sering lengah meski sudah sempat memperoleh poin
beruntun.
"Pasangan Thailand ini sangat rapi, bola panjangnya bagus dan kekuatan mereka lumayan kuat," kata Felisha menanggapi gaya permainan dari ganda unggulan ketiga pada turnamen ini tersebut.
Kekalahan ini menjadi luka untuk Jafar/Felisha yang gagal revans atas Dechapol/Supissara setelah mereka disingkirkan pada Thailand Terbuka 2025.
Kandasnya langkah dari Jafar/Felisha juga membuat tidak ada wakil Indonesia di sektor ganda campuran yang melaju ke perempat final Prancis Terbuka 2025. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Pasangan ganda campuran, Terry Hee Yong Kai/Gloria Emanuelle Widjaja, mengamankan tiket semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2026
Langkah mulus dicatatkan duet ganda campuran beda negara, Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) dan Hee Yong Kai Terry (Singapura)
Ia mengakui bahwa Bobby/Melati sempat mendominasi di awal laga, namun dirinya dan Adnan berhasil merebut ritme permainan pada saat-saat krusial.
Kondisi tersebut membuat Adnan/Indah kehilangan ritme dan harus merelakan gim pembuka.
Kemenangan itu diraih melalui drama tiga gim yang berakhir dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-15. Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan ketangguhan mental Chen/Toh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved