Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP McLaren, Lando Norris, mengakui timnya mengalami kesulitan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA), Sabtu (18/10). Meski berhasil meraih posisi kedua (P2), Norris menilai dirinya “tidak memiliki peluang” untuk mengalahkan Max Verstappen yang tampil dominan.
Pada sesi latihan bebas pertama, Norris sempat menjadi yang tercepat dan menunjukkan performa menjanjikan. Namun, situasinya berubah di dua sesi kualifikasi. Setelah hanya terpaut tipis dari Verstappen pada Sprint Qualifying hari Jumat, jaraknya melebar hampir tiga persepuluh detik dalam kualifikasi utama.
Verstappen mencatat waktu terbaik 1 menit 32,510 detik, sementara Norris harus puas di posisi kedua. Rekan setimnya, Oscar Piastri, mengalami sesi yang lebih sulit dan finis di urutan keenam.
Usai sesi kualifikasi, Norris mengungkapkan McLaren menghadapi tantangan yang tidak mereka alami sehari sebelumnya.
“Saya hanya meningkat sepersepuluh atau setengah sepersepuluh detik di lap terakhir,” kata Norris. “Hari ini terasa lebih sulit, entah karena semua orang meningkat atau karena angin membuat kami kesulitan. Kami berdua benar-benar berjuang untuk bisa tampil secepat Verstappen.”
Meskipun kecewa gagal merebut pole position, Norris tetap puas dengan hasil yang diraih. “Kami sudah berusaha maksimal, dan saya tetap senang dengan posisi kedua. Bisa saja hasilnya lebih buruk, tapi hari ini tidak ada peluang untuk meraih pole,” ujarnya.
Sebelumnya, hari Sabtu juga menjadi ujian berat bagi McLaren. Dalam sesi Sprint Race, baik Norris maupun Piastri tersingkir sejak lap pertama setelah terlibat dalam insiden di tikungan awal.
Menghadapi balapan utama hari Minggu, Norris berharap dapat menghindari nasib serupa dan menantang Verstappen di lintasan.
“Pikiran utama saya untuk besok sederhana: jangan sampai tertabrak,” kata pembalap berusia 25 tahun itu. “Saya menantikan balapan yang bersih dan seru melawan Max. Kami pernah punya duel bagus sebelumnya, dan semoga bisa terulang lagi.” (Formula 1/Z-2)
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
George Russell sukses meraih pole position di F1 GP Australia 2026. Simak drama kecelakaan Max Verstappen dan kejutan Kimi Antonelli dalam kualifikasi Melbourne di sini
Di serial dokumenter Netflix, Formula 1: Drive to Survive, Horner membantah keras spekulasi yang menyebut bahwa Max Verstappen dan pihak manajemennya menjadi dalang di balik pemecatannya.
Lewis Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Menjelang seri kedua musim ini di Grand Prix Tiongkok di Shanghai akhir pekan ini, Norris mulai menunjukkan nada yang lebih optimistis.
Menurut George Russell, perdebatan mengenai kenyamanan mobil merupakan pola lama yang selalu berulang setiap kali ada transisi regulasi.
Lando Norris menambahkan bahwa evaluasi mendalam akan difokuskan pada pengembangan sasis dan aerodinamika mobil secara keseluruhan.
Pembalap McLaren, Lando Norris, dipastikan akan menggunakan nomor 1 pada jet daratnya di ajang Formula 1 musim depan.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Lando Norris menyatakan keyakinannya bahwa Oscar Piastri, yang menjadi rival terberatnya sepanjang musim, akan mengikuti jejaknya dan merebut gelar juara dunia suatu saat nanti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved