Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
LANDO Norris mengaku tidak terlalu terkejut gagal merebut pole position dari Max Verstappen pada sesi Sprint Qualifying Grand Prix Amerika Serikat 2025, Jumat (17/10) waktu setempat. Meski demikian, pebalap McLaren itu tetap optimistis bisa merebut posisi terdepan di Sprint Race hari Sabtu.
Sepanjang sesi di Circuit of The Americas (COTA), Norris tampil cepat. Pebalap asal Inggris itu mencatat waktu terbaik di sesi latihan bebas (FP1) serta memimpin di SQ1 dan SQ2. Namun, di momen terakhir SQ3, Verstappen mencatat waktu 1 menit 32,143 detik, unggul 0,071 detik dari Norris.
“Tentu saya ingin berada di pole, tapi tidak mengejutkan kami sedikit lebih lambat dari Red Bull akhir-akhir ini,” ujar Norris.
“Saya tetap cukup senang. Mungkin ada beberapa hal kecil yang bisa saya perbaiki. Saya sempat melewati beberapa gundukan dengan kurang tepat, tapi itu memang tantangan dari sirkuit ini. Secara keseluruhan saya puas.”
Saat diberi tahu bahwa selisihnya dengan Verstappen hanya 0,071 detik, Norris tersenyum dan menjawab singkat, “Oh, cukup jauh juga.”
Juara sembilan kali Grand Prix itu menambahkan bahwa kondisi trek dengan banyak gundukan membuat semua pebalap kesulitan. “Saya rasa semua pebalap tidak merasa nyaman di Sektor 1. Di sini, kuncinya adalah merasa nyaman dengan ketidaknyamanan itu,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Meski gagal merebut pole, Norris yakin peluang menang di Sprint Race tetap terbuka. “Saya yakin kami masih bisa bertarung. Biasanya kecepatan balapan kami lebih baik dibanding kualifikasi. Jadi, semoga kami bisa kembali ke depan besok,” katanya.
Sementara itu, rekan setimnya Oscar Piastri juga gagal menandingi Verstappen dan harus puas di posisi ketiga, terpaut tiga persepuluh detik dari Norris. “Lap saya agak berantakan, sejujurnya. Saya beruntung bisa finis ketiga. Tapi mobil punya kecepatan bagus, tidak ada masalah besar, hanya butuh penyempurnaan,” ujar Piastri.
Pebalap asal Australia itu berharap bisa memanfaatkan peluang di tikungan pertama saat Sprint nanti. “Kita lihat saja apa yang terjadi di start. Menentukan posisi yang tepat di Tikungan 1 di sini cukup rumit,” tutupnya. (Formula 1/Z-2)
Max Verstappen, secara terbuka menyatakan harapannya Red Bull bisa tampil lebih kompetitif demi menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 musim ini.
Max Verstappen, harus puas finis di posisi keenam GP Australia dengan selisih waktu yang cukup mencolok, yakni 54,617 detik dari sang pemenang, pembalap Merceds George Russell.
George Russell sukses meraih pole position di F1 GP Australia 2026. Simak drama kecelakaan Max Verstappen dan kejutan Kimi Antonelli dalam kualifikasi Melbourne di sini
Di serial dokumenter Netflix, Formula 1: Drive to Survive, Horner membantah keras spekulasi yang menyebut bahwa Max Verstappen dan pihak manajemennya menjadi dalang di balik pemecatannya.
Lewis Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Pembalap muda Mercedes Kimi Antonelli memenangi F1 GP Tiongkok 2026. Dominasi Mercedes dipertegas George Russell di posisi kedua, sementara Lewis Hamilton podium.
Formula 1 resmi membatalkan balapan di Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan April 2026. Keamanan menjadi prioritas utama di tengah situasi Timur Tengah yang memanas.
Dua pembalap Ferrari, yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, akan memulai balapan dari baris kedua setelah menempati posisi ketiga dan keempat.
George Russell mengamankan pole position untuk Sprint Race Formula 1 Chinese Grand Prix setelah tampil dominan dalam sesi kualifikasi di Shanghai.
KONFLIK di Timur tengah mengancam agenda Formula 1 dan Grand Prix atau GP Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang sebelumnya akan diumumkan pada akhir pekan ini.
Pria asal Monako itu mengingat kembali insiden pada GP Tiongkok 2025 ketika kedua mobil Ferrari didiskualifikasi setelah balapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved