Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Indonesia Janice Tjen menjadi runner up WTA 250 Sao Paolo di Brasil, setelah berjuang keras menghadapi petenis Prancis Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah di laga final, Senin (15/9) WIB.
Selama 1 jam 26 menit, Janice berada di bawah tekanan dan melakukan banyak kesalahan yang membuat ia akhirnya menyerah dengan skor 3-6 dan 4-6.
Janice hanya mampu mengonversi dua dari 10 break point, sementara Rakotomanga Rajaonah mengonversi empat dari delapan peluang.
Meski begitu, petenis kelahiran Jakarta itu tetap tampil dengan pukulan memukau dengan mencatatkan empat ace dibandingkan 0 milik lawan.
Terlepas dari hal itu, berkat capaian dalam debutnya di tur WTA tersebut, Janice akan naik peringkat ke-103 dunia, tertinggi dalam kariernya.
Capaian tersebut juga menjawab pertanyaan yang meragukan kemampuan Janice untuk berkompetisi di tur WTA setelah tampil kuat di Amerika Serikat (AS) Terbuka, bulan lalu.
Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi AS Terbuka, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya.
Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat -- dari No. 371 ke No. 149.
Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova dalam debut di Grand Slam dan WTA setelah tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi.
Janice juga mencatatkan sejarah menjadi petenis Indonesia ketiga yang mencapai final WTA di era tenis modern atau Open, mengikuti jejak Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja.
Sebelumnya, Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada AS Terbuka 2004. (Ant/Z-1)
Aryna Sabalenka menunjukkan konsistensi yang luar biasa, tampil di sembilan final, juga yang terbanyak di tur, termasuk menjadi runner-up di dua Grand Slam.
Janice diharapkan apat melampaui torehan legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki.
Kesuksesan tersebut juga menjadikan Janice Tjen petenis Indonesia dengan peringkat tertinggi kedua dalam sejarah setelah mantan petenis peringkat 19 Yayuk Basuki.
Setelah liburan, Aldila Sutjiadi akan kembali ke lapangan untuk persiapan menghadapi SEA Games 2025 Thailand, dan melakukan latihan untuk tur WTA musim 2026.
Petenis Indonesia Janice Tjen sukses meraih gelar juara ganda WTA 250 Guangzhou Open 2025 bersama Katarzyna Piter asal Polandia.
Janice Tjen menjadi juara di Jinan Terbuka sehingga peringkat WTA-nya melesat 18 strip ke posisi 80 dunia.
Kepastian ini muncul setelah nama Serena Williams tercatat dalam daftar pemulihan (reinstatements) International Tennis Integrity Agency (ITIA) pada Senin (9/2) waktu setempat.
Janice Tjen berhasil menundukkan petenis asal Brasil, Beatriz Haddad Maia, dengan skor telak 6-0 dan 6-1 di putaran pertama Qatar TotalEnergies Open.
JANICE Tjen harus mengubah persiapan jelang laga pembuka WTA 1000 Qatar Terbuka 2026 setelah lawannya berganti menjadi Beatriz Haddad Maia.
Pertandingan krusial Piala Davis melawan timnas Togo ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mulai Sabtu (7/2).
Bertanding di International Tennis Centre, Zayed Sports City, Jumat (6/2) waktu setempat, Janice/Eala dipaksa menyerah dua set langsung dengan skor 4-6 dan 2-6.
Janice Tjen dan Alexandra Eala mengalahkan duet Zhang Shuai/Cristina Bucsa dua set langsung 6-3 dan 6-3 di perempat final Abu Dhabi Terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved