Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH wakil Indonesia di sektor ganda putri pada Hong Kong Terbuka 2025 terhenti lebih awal. Empat pasangan yang diturunkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak mampu melangkah jauh setelah seluruhnya tersingkir.
Tiga pasangan yang lolos dari babak pertama, juga harus pulang pada Kamis (11/9) setelah dikalahkan lawan-lawan unggulan.
Pasangan pertama yang tersingkir ialah Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi. Mereka takluk dari ganda Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, dengan skor 12-21, 14-21.
Tiwi mengatakan bahwa di awal pertandingan mereka sebenarnya sudah mendapatkan pola permainan. Akan tetapi, lawan mampu mengatasi hal tersebut.
“Jadi mereka menahan buat tidak bermain kencang karena kondisi lapangan berangin dan kita masih salah buangan jadi mereka dapat point mudah dari kesalahan kita," kata Tiwi dalam keterangannya.
"Masih banyak sekali yang perlu di tingkatkan, terutama dari segi rotasi. Kita kasih kurang nyaman dari rotasi kita jadi harus banyak dilatih lagi sambungannya.”
Setelah itu, giliran Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang terhenti. Pasangan tersebut kalah dari unggulan keenam asal Jepang, Arisa Igarashi/Chiharu Shida, dengan skor 16-21, 19-21.
Kekalahan juga dialami Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka menyerah kepada unggulan kedua asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, lewat skor 18-21, 17-21.
Sebelumnya, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sudah lebih dulu tersingkir di babak pertama usai kalah dari rekan senegara, Apri/Fadia.
Hong Kong Open ini menjadi turnamen perdana bagi keempat pasangan setelah PBSI melakukan rotasi pada awal Agustus lalu. Perombakan tersebut dilakukan untuk mencari komposisi terbaik setelah hasil-hasil sebelumnya kurang memuaskan dan sulit bersaing di level elite.
Meski sektor ganda putri habis, Indonesia masih memiliki lima wakil yang akan bertanding. Mereka adalah Alwi Farhan (tunggal putra), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra), serta dua ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Keempat pasangan ganda putri tersebut dijadwalkan kembali tampil di BWF Super 750 Tiongkok Masters 2025 yang berlangsung di Shenzhen pada 16–21 September mendatang. (Ndf/I-1)
Tim bulu tangkis Indonesia memilih National Badminton Centre di Milton Keynes untuk aklimatisasi sebelum tampil di All England 2026 di Utilita Arena Birmingham, 3–8 Maret.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
PP PBSI menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Uber 2026.
Sebelum kemenangan di Bangkok ini, posisi Ubed masih berada di peringkat ke-44 dunia dengan total 33.485 poin.
Tim Bulu Tangkis Indonesia sukses menyabet status juara umum pada ajang Thailand Masters 2026.
Bagi barisan pemain muda Indonesia, ajang Super 500 ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Ainur menyoroti kiprah Joaquin/Raymond yang meski gagal meraih gelar.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil mengamankan tiket babak empat besar turnamen Jerman Terbuka 2026.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari melaju ke babak 16 besar Jerman Terbuka 2026.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Amallia/Fadia tampil lebih tenang dan mampu membalikkan keadaan hingga memastikan gelar juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved