Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Standar Baru Pelatnas: PBSI Resmikan Aturan Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet

Khoerun Nadif Rahmat
12/3/2026 19:29
Standar Baru Pelatnas: PBSI Resmikan Aturan Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet
Sejumlah pebulu tangkis berlatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mempertegas sistem pembinaan atlet nasional melalui Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012. Regulasi ini mengatur secara rinci mekanisme rekrutmen, promosi, hingga degradasi bagi atlet dan pelatih di Pelatnas Cipayung.

Langkah ini diambil untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih transparan, terstruktur, dan berkesinambungan dari tingkat daerah hingga nasional.

Jalur Magang: Jembatan Atlet Daerah ke Cipayung

Salah satu poin menarik dalam regulasi ini adalah program magang selama tiga bulan. Jalur ini memberikan kesempatan bagi talenta daerah untuk merasakan intensitas latihan di Pelatnas berdasarkan rekomendasi pelatih.

"Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI," dikutip dari keterangan resmi PBSI.

Selama masa magang yang berlangsung tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus menjalani proses evaluasi performa.

Dalam pelaksanaannya, biaya transportasi kedatangan dan kepulangan atlet ditanggung oleh klub asal. Sementara biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI. Adapun keikutsertaan atlet dalam turnamen tetap menjadi tanggung jawab klub masing masing.

Selain magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk masuk ke sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria.

"Promosi atlet didasarkan pada capaian minimal lima kali final dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A atau Premier, Kejuaraan Nasional maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara," lanjut pernyataan tersebut.

Kriteria lainnya mencakup juara Seleksi Nasional, juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi pada ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan.

Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas juga wajib menjalani rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, serta tes psikologis. Penetapan promosi dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI.

Di sisi lain, mekanisme degradasi diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala guna menjaga standar performa atlet.

"Mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi," jelas PBSI.

Penilaian degradasi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI), serta data perkembangan yang meliputi aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet.

Proses penetapan degradasi diawali dari usulan pelatih sektor yang disertai data pendukung. Usulan tersebut kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas sebelum diajukan untuk mendapat persetujuan Wakil Ketua Umum I dan ditetapkan melalui Surat Keputusan degradasi atlet.

PBSI berharap melalui penerapan sistem magang, promosi, dan degradasi itu seluruh Pengurus Provinsi PBSI serta perkumpulan bulu tangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet.

Dengan sistem yang semakin terstruktur, PBSI menilai proses pembinaan dapat berjalan berkelanjutan dari tingkat daerah hingga Pelatnas sekaligus memperkuat upaya melahirkan atlet bulu tangkis Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya