Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERFORMA Fabio Quartararo kembali terganggu oleh masalah bahan bakar di MotoGP Emilia Romagna di Misano dan di Motegi, Jepang akhir pekan kemarin.
'El Diablo' kembali mengalami masalah di bagian akhir dan hanya bisa finis di urutan kedua belas, sebagai yang terbaik di Jepang pada hari itu. Dengan demikian, dia menutup akhir pekan yang sulit di balapan kandang Yamaha, diperparah dengan masalah bahan bakar.
"Ini tidak bisa diterima, dua kali dalam tiga balapan. Sudah cukup buruk bahwa kami mengalami masalah akhir pekan ini, tetapi kehabisan bahan bakar di atas itu agak konyol. Kami harus mencari tahu mengapa lampu dasbor tak menyala, mengapa strategi kami tak berhasil," kata Quartararo mengutip Motorsport, Selasa (8/10).
Baca juga : Jelang GP Jepang, Fabio Quartararo Sebut Yamaha Alami Peningkatan
Quartararo kemudian menjelaskan strategi bahan bakar Yamaha, bagaimana sistem peringatan motor seharusnya bekerja dalam kasus ini. Akan tetapi hal tersebut tidak bekerja saat balapan di Jepang.
"Saya harus melakukan dua putaran dengan peta mesin 1, dan kemudian saya berganti. Jika lampu hijau, saya bisa memacu lagi (menggunakan peta yang lebih agresif), jika kuning saya harus turun lagi, dan jika merah saya harus turun lagi," sebutnya.
"Tapi, saya selalu mendapat lampu hijau, jadi Anda tidak melihat peringatan apa pun. Di Misano, saya masih mendapat lampu, hanya saja tidak pernah turun (masih hijau). Tapi di sini, saya tak mendapat lampu."
Baca juga : Soal Bergabungnya Jack Miller ke Yamaha, Fabio Quartararo: Kami bukan Teman!
"Jika mereka tak menunjukkannya pada saya, rasanya seperti masuk tanpa tahu. Terserah saya untuk mengaturnya, dengan instruksi yang diberikan tim kepada saya, tetapi belum ada. Katakanlah instruksi itu tidak berhasil."
Masalah-masalah tersebut menambah akhir pekan yang buruk, yang tidak menyenangkan bagi sang pembalap. Apalagi ia masih berhadapan dengan problem cengkeraman ban yang makin parah di Motegi.
"Akhir pekan yang sulit. Saya tidak bisa menemukan cengkeraman sejak awal. Itu adalah bencana besar. Kami tidak mengerti mengapa, (level kami) terlalu bergantung pada lintasan dan bukan pada motor. Anda bisa melihat perbedaannya. Hanya KTM yang mampu sedikit menahan Ducati. Kami finis 30 detik di belakang pemimpin klasemen," tuturnya.
Baca juga : Duet Pembalap Yamaha Siap Bangkit di GP Austria
"Jelas bahwa kami tahu bahwa, bahkan jika kami membandingkan diri kami denganHonda, kami jelas memiliki masalah cengkeraman. Mereka jauh lebih baik dari kami dalam hal itu. Namun, saya tidak mengira akan sejauh itu."
"Bahkan, di lap kedua balapan, dibandingkan dengan yang lain, sepertinya mereka memiliki ban baru dan kami memiliki ban yang sudah sangat usang. Itulah yang sangat sulit untuk dipahami, mengapa ada perbedaan yang begitu besar."
Lebih buruk lagi, pembalap asal Prancis ini mengalami balapan yang panjang karena Yamaha adalah motor yang sangat menguras tenaga karena kekurangannya.
"Saya mati. Di tengah balapan, lengan saya sudah tidak bisa digerakkan dan seluruh tubuh saya terasa sakit. Itu juga karena cengkeraman yang kami miliki. Begitu Anda tidak memiliki cengkeraman, motor tidak akan berubah arah, bahkan saat mengerem. Motor tidak berhenti dan Anda terus melaju," pungkasnya. (Z-6)
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, menilai prototipe RC213V versi 2026 sebagai paket motor terbaik yang pernah ia tunggangi sejak bergabung dengan pabrikan asal Jepang tersebut.
CHOCOLATOS, pemimpin merek wafer stick dan minuman cokelat kemasan saset dari PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), secara resmi menjadi sponsor tim BK8 Gresini Racing di MotoGP.
Kabar mengenai kepindahan Fabio Quartararo mencuat setelah adanya laporan yang menyebutkan ia telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda.
Karakter Marco Bezzecchi yang ceria namun penuh determinasi sangat cocok dengan semangat yang diusung oleh tim Aprilia Racing.
CEO Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menegaskan bahwa musim 2026 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Augusto Fernandez tidak sabar untuk bisa kembali menjajal prototipe bertenaga V4 yang kini tengah dikembangkan oleh Yamaha tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved