Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Toprak Razgatlioglu Masih Bergelut dengan Karakteristik Ban Michelin Jelang Debut di MotoGP

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 04:17
Toprak Razgatlioglu Masih Bergelut dengan Karakteristik Ban Michelin Jelang Debut di MotoGP
Pembalap Prima Pramac Racing Yamaha Toprak Razgatlioglu(AFP/Lillian SUWANRUMPHA)

MENJELANG debutnya di kelas utama MotoGP 2026, pembalap tim Prima Pramac Racing Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengakui dirinya masih menghadapi tantangan besar dalam proses adaptasi. 

Juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali itu mengungkapkan ia belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin, yang menjadi kendala utama dalam persiapan menuju seri pembuka di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, akhir pekan ini.

Dalam sesi tes pramusim di Buriram, pekan lalu, Toprak menempati posisi kedua dari belakang dengan catatan waktu terbaik 1 menit 30,7 detik. Torehan tersebut terpaut lebih dari dua detik dari pembalap tercepat. 

Untuk memahami kelemahan performanya, Toprak sempat membuntuti rekan setimnya, Jack Miller, di lintasan. Ia mengaku heran melihat cara Miller merebahkan motor dengan ekstrem di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali.

"Saat saya mengikuti Jack (Miller), saya terkejut karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, dan sektor pertama secara umum," ujar Toprak dikutip dari laman Crash, Selasa (24/2).

Toprak menjelaskan bahwa gaya berkendaranya saat ini cenderung lebih hati-hati karena ia belum mampu memaksimalkan sudut kemiringan (lean angle) saat motor berada di tengah tikungan. 

Ia merasa perbedaan karakteristik antara ban Pirelli yang ia gunakan selama bertahun-tahun di WSBK dengan ban Michelin di MotoGP sangat kontras.

"Saya selalu berkendara sedikit lebih tenang karena tidak percaya pada ban depan. Saat pengereman tidak ada masalah, tetapi ketika mulai miring, saya tidak tahu batasnya," tambahnya.

Melihat aksi Miller di tikungan, Toprak sempat mengira rekan setimnya tersebut akan terjatuh. Namun, ketangguhan Miller justru memberikan gambaran baru bagi Toprak mengenai potensi motor yang ia kendarai.

"Ketika saya melihat Jack miring sekali, awalnya saya menunggu dia jatuh. Namun saat melihat dia tetap bisa menikung, saya terkejut. Saya hanya menunggu kehilangan ban depan, sementara pembalap lain tetap berbelok dengan kemiringan penuh," jelasnya.

Hingga saat ini, Toprak tercatat belum pernah mengalami kecelakaan selama fase adaptasi. 

Meski demikian, ia menyadari bahwa memahami batas kemampuan ban Michelin mungkin membutuhkan proses yang ekstrem, termasuk risiko terjatuh.

"Saya belum pernah jatuh, tetapi mungkin saya perlu jatuh untuk memahami batasnya," pungkasnya.

Tantangan ini menegaskan bahwa transisi dari ajang Superbike ke MotoGP memang membutuhkan penyesuaian teknis dan gaya balap yang signifikan. 

Publik kini menanti apakah Toprak mampu menemukan ritme terbaiknya saat balapan sesungguhnya dimulai di Buriram, akhir pekan ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya