Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG debutnya di kelas utama MotoGP 2026, pembalap tim Prima Pramac Racing Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengakui dirinya masih menghadapi tantangan besar dalam proses adaptasi.
Juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali itu mengungkapkan ia belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin, yang menjadi kendala utama dalam persiapan menuju seri pembuka di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, akhir pekan ini.
Dalam sesi tes pramusim di Buriram, pekan lalu, Toprak menempati posisi kedua dari belakang dengan catatan waktu terbaik 1 menit 30,7 detik. Torehan tersebut terpaut lebih dari dua detik dari pembalap tercepat.
Untuk memahami kelemahan performanya, Toprak sempat membuntuti rekan setimnya, Jack Miller, di lintasan. Ia mengaku heran melihat cara Miller merebahkan motor dengan ekstrem di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali.
"Saat saya mengikuti Jack (Miller), saya terkejut karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, dan sektor pertama secara umum," ujar Toprak dikutip dari laman Crash, Selasa (24/2).
Toprak menjelaskan bahwa gaya berkendaranya saat ini cenderung lebih hati-hati karena ia belum mampu memaksimalkan sudut kemiringan (lean angle) saat motor berada di tengah tikungan.
Ia merasa perbedaan karakteristik antara ban Pirelli yang ia gunakan selama bertahun-tahun di WSBK dengan ban Michelin di MotoGP sangat kontras.
"Saya selalu berkendara sedikit lebih tenang karena tidak percaya pada ban depan. Saat pengereman tidak ada masalah, tetapi ketika mulai miring, saya tidak tahu batasnya," tambahnya.
Melihat aksi Miller di tikungan, Toprak sempat mengira rekan setimnya tersebut akan terjatuh. Namun, ketangguhan Miller justru memberikan gambaran baru bagi Toprak mengenai potensi motor yang ia kendarai.
"Ketika saya melihat Jack miring sekali, awalnya saya menunggu dia jatuh. Namun saat melihat dia tetap bisa menikung, saya terkejut. Saya hanya menunggu kehilangan ban depan, sementara pembalap lain tetap berbelok dengan kemiringan penuh," jelasnya.
Hingga saat ini, Toprak tercatat belum pernah mengalami kecelakaan selama fase adaptasi.
Meski demikian, ia menyadari bahwa memahami batas kemampuan ban Michelin mungkin membutuhkan proses yang ekstrem, termasuk risiko terjatuh.
"Saya belum pernah jatuh, tetapi mungkin saya perlu jatuh untuk memahami batasnya," pungkasnya.
Tantangan ini menegaskan bahwa transisi dari ajang Superbike ke MotoGP memang membutuhkan penyesuaian teknis dan gaya balap yang signifikan.
Publik kini menanti apakah Toprak mampu menemukan ritme terbaiknya saat balapan sesungguhnya dimulai di Buriram, akhir pekan ini. (Ant/Z-1)
Toprak Razgatlioglu, bintang balap asal Turki yang baru saja menyandang gelar Juara Dunia WSBK 2025, resmi memperkenalkan diri sebagai penggawa anyar tim Prima Pramac Yamaha.
Selama berkarier di World Superbike (WSBK), Toprak Razgatliou identik dengan nomor 54 yang mengiringinya meraih gelar juara dunia pada 2021, 2024, dan 2025.
BMW akan menjadi tim ketiga bagi Razgatlioglu sejak memulai kariernya di WSBK pada 2018.
Toprak Razgatlioglu telah 31 kali menang bersama Yamaha dan meraih total 47 podium sejak mengendarai YZF-R1 empat tahun lalu.
Tes motor YZR-M1 milik Yamaha beberapa waktu lalu merupakan pengalaman yang berkesan untuk Toprak Razgatlioglu.
Michelin merilis 16 destinasi kuliner terbaik 2026. Jelajahi juga situs bersejarah Wolf’s Lair di Polandia dan hotel paling berhantu di Amerika Serikat.
Perusahaan diminta menghentikan terlebih dahulu segala proses yang berkaitan dengan PHK karena menduga ada pelanggaran dalam isu PHK tersebut.
MotoGP mengumumkan bahwa kemitraannya dengan Michelin akan berakhir pada tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved