Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembalap Gresini Racing Marc Marquez mengaku percaya diri dapat mengklaim kemenangan Grand Prix Austria yang akan bergulir di Sirkuit Red Bull Ring, akhir pekan ini.
“Saya kehilangan tiga kemenangan berturut-turut di lap terakhir di Red Bull Ring, ini adalah sirkuit yang saya sukai dan sirkuit yang biasanya membuat saya merasa nyaman,” ungkap Marquez, dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (18/8)
Keyakinannya tak lepas dari karakteristik Sirkuit Red Bull Ring yang menurut pembalap Spanyol itu cocok dengan gaya berkendara dan mesin Ducati.
Baca juga : Francesco Bagnaia Bertekad Ulangi Dominasi Musim Lalu di GP Austria
Namun, juara dunia delapan kali itu mengatakan tetap harus mewaspadai para rival terdekatnya yang juga sama-sama menunggangi motor Ducati.
“Sekarang saya mengendarai motor terbaik di Red Bull Ring, yaitu Ducati, tetapi ketiga pembalap (kuat) ini (Francesco Bagnaia, Jorge Martin, Enea Bastianini) juga mengendarai motor yang sama,” kata Marquez.
“Mereka sebenarnya lebih cepat dari saya, jadi saya harus terus melaju, terus memacu diri, terus belajar dan mari kita lihat apakah kami akan lebih dekat dan kompetitif,”ujarnya menambahkan.
Baca juga : Marc Marquez kian Dekat dengan Ducati
Di sisi lain, pembalap tim pabrikan Ducati Enea Bastianini mengatakan ingin mempertahankan performa bagusnya pada balapan mendatang. Terlebih, ia tampil dominan pada balapan Sprint dan balapan utama GP Inggris, dua pekan lalu.
“Akan bagus jika kami dapat mempertahankan performa ini hingga akhir musim, dan saya sangat senang karena saya memenangkan Sprint untuk pertama kalinya karena biasanya, saya bukan salah satu yang terbaik dalam balapan itu. Saya mencoba untuk meningkatkan performa setiap saat,” tegasnya. (ant/M-3)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Bagnaia mengaku mulai kehilangan kesabaran menunggu solusi dari Ducati atas kesulitannya dengan motor GP25.
Sejauh ini, finis terbaik Martin bersama Aprilia adalah posisi ketujuh di GP Ceko di Brno.
Marco Bezzecchi memimpin 19 lap pertama balapan di depan Marc Marquez, tetapi turun ke posisi kedua, lalu ketiga setelah gagal bersaing dengan Marquez dan Fermin Aldeguer.
Francesco Bagnaia kesulitan menemukan performa terbaiknya di motor GP25 yang memiliki karakteristik pengereman yang bertolak belakang dengan gaya balapnya.
Pada tujuh kali balapan GP Austria sebelumnya, Marc Marquez selalu gagal finis terdepan pada balapan utama di Spielberg.
Enea Bastianini memulai balapan dari posisi start kelima musim ini, sebelum akhirnya mampu mengamankan finis lima besar di balapan kandang tim KTM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved